Lima, MI – Tragedi udara mengguncang Peru setelah sebuah pesawat wisata jatuh di kawasan kompleks arkeologi Geoglif Nazca, Peru selatan. Seluruh 13 orang yang berada di dalam pesawat dipastikan tewas dalam kecelakaan yang terjadi pada Sabtu (1/8) waktu setempat.
Korban tewas terdiri atas 11 wisatawan mancanegara dan dua awak pesawat berkewarganegaraan Peru. Berdasarkan laporan otoritas setempat, para wisatawan berasal dari Italia, Jerman, dan Spanyol.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, pesawat sempat mengirimkan sinyal darurat sebelum akhirnya hilang kontak dengan menara pengawas. Tak lama kemudian, pesawat dilaporkan jatuh dan terbakar di sekitar kawasan wisata Nazca yang dikenal sebagai salah satu situs warisan dunia.
Tim penyelamat yang dikerahkan ke lokasi menemukan bangkai pesawat dalam kondisi hangus. Seluruh penumpang dan awak pesawat dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Hingga kini, otoritas penerbangan Peru masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan. Belum ada keterangan resmi apakah insiden dipicu oleh faktor teknis, cuaca, atau kesalahan operasional.
Kecelakaan ini menjadi salah satu insiden penerbangan paling mematikan di Peru tahun ini. Tragedi tersebut juga memukul sektor pariwisata setempat karena terjadi di kawasan Geoglif Nazca, destinasi yang setiap tahun dikunjungi ribuan wisatawan dari berbagai negara untuk menikmati peninggalan peradaban kuno yang diakui sebagai Warisan Dunia UNESCO.
Pemerintah Peru bersama otoritas penerbangan kini fokus pada proses identifikasi korban, penyelidikan penyebab kecelakaan, serta pemulangan jenazah wisatawan asing melalui koordinasi dengan kedutaan besar negara masing-masing.**
