Riyadh, MI – Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) mendesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengerahkan seluruh upaya guna mencegah Timur Tengah terjerumus ke dalam konflik yang lebih luas di tengah memanasnya ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Desakan tersebut disampaikan MBS dalam percakapan telepon dengan Trump pada akhir pekan ini. Pembicaraan berlangsung di tengah meningkatnya kekhawatiran dunia terhadap potensi meluasnya konflik yang dinilai dapat mengancam stabilitas kawasan hingga berdampak pada keamanan global.
Dalam komunikasi itu, MBS menegaskan bahwa jalur diplomasi harus menjadi pilihan utama untuk meredakan ketegangan. Ia menekankan pentingnya langkah-langkah deeskalasi agar seluruh pihak dapat menghindari perang terbuka yang berisiko memicu krisis regional.
Menurut MBS, upaya mendorong dialog dan penyelesaian damai merupakan cara paling efektif untuk menjaga keamanan Timur Tengah sekaligus menciptakan stabilitas jangka panjang di kawasan.
Desakan tersebut muncul setelah beredar laporan mengenai kemungkinan operasi militer besar Amerika Serikat terhadap Iran. Kekhawatiran Riyadh terhadap potensi eskalasi itu juga sebelumnya dilaporkan sejumlah media internasional.
Namun, pada Sabtu (1/8/2026) malam waktu setempat, Donald Trump mengumumkan pembatalan rencana serangan militer terhadap Iran. Keputusan itu diambil setelah Iran bersama sejumlah negara di Timur Tengah meminta ruang bagi proses penyusunan kerangka kesepakatan damai.
Langkah Trump tersebut dinilai membuka peluang bagi penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi, meski situasi keamanan di kawasan masih terus dipantau menyusul ketegangan yang belum sepenuhnya mereda.
Pengamat menilai keterlibatan Arab Saudi dalam mendorong deeskalasi mencerminkan semakin besarnya kepentingan negara-negara kawasan untuk mencegah konflik meluas yang berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi, keamanan energi, dan perdamaian internasional.**
