BREAKINGNEWS

22 Penumpang Scoot Tujuan Padang Tertinggal di Bandara Changi, Terpaksa Pulang Lewat Batam dengan Biaya Sendiri, Klaim Rugi Rp110 Juta

22 Penumpang Scoot Tujuan Padang Tertinggal di Bandara Changi, Terpaksa Pulang Lewat Batam dengan Biaya Sendiri, Klaim Rugi Rp110 Juta
22 penumpang Scoot tujuan Padang mengaku tertinggal pesawat di Bandara Changi akibat diduga tidak mendapat informasi perpindahan gate. Mereka menuntut pertanggungjawaban maskapai setelah mengklaim merugi lebih dari Rp110 juta. (Foto: Dok MI)

Singapura, MI – Sebanyak 22 penumpang maskapai Scoot tujuan Padang mengaku tertinggal pesawat saat transit di Bandara Internasional Changi, Singapura, Selasa (4/8/2026).

Para penumpang mengklaim tidak menerima informasi mengenai perpindahan gerbang keberangkatan dari Gate D30 ke Gate D44, sehingga gagal melanjutkan penerbangan menuju Padang.

Akibat kejadian tersebut, rombongan penumpang mengaku terlantar di Bandara Changi selama berjam-jam tanpa kepastian. Mereka akhirnya memutuskan mencari jalur alternatif untuk kembali ke Indonesia melalui Batam dengan menggunakan biaya pribadi.

Salah seorang penumpang, Muzafalsyah, mengungkapkan kekecewaannya terhadap penanganan yang diberikan maskapai.

"Kami membeli tiket dengan tujuan akhir Padang, tetapi justru hanya sampai di Bandara Changi. Tidak ada pemberitahuan melalui pesan singkat, email, petugas, maupun papan informasi di area tempat kami menunggu bahwa gerbang keberangkatan dipindahkan dari D30 ke D44," ujarnya kepada Monitor Indonesia, Rabu (5/8/2026).

Menurutnya, rombongan tiba di Gate D30 sesuai informasi yang tercantum pada tiket dan menunggu di lokasi tersebut hingga mendekati waktu keberangkatan.

"Ketika kami mulai curiga karena tidak ada aktivitas boarding, kami bertanya kepada petugas bandara. Saat itulah kami baru diberi tahu bahwa penerbangan menuju Padang berangkat dari Gate D44. Kami langsung berlari ke sana, tetapi pintu boarding sudah ditutup dan pesawat berangkat tanpa kami," katanya.

Muzafalsyah mempertanyakan mengapa pesawat tetap diberangkatkan meski masih terdapat puluhan penumpang beserta bagasi yang telah terdaftar namun belum naik ke dalam pesawat.

"Apakah pihak Scoot tidak mengetahui bahwa masih ada 22 penumpang beserta bagasi yang sudah check-in dan berada di Bandara Changi? Bagaimana mungkin pesawat tetap diberangkatkan tanpa memastikan seluruh penumpang transit telah naik ke pesawat?" tuturnya.

Ia mengatakan, sejak sore hingga sekitar pukul 22.00 waktu Singapura, rombongan penumpang tidak memperoleh penjelasan maupun solusi yang memadai dari pihak maskapai.

"Kami benar-benar terlantar. Tidak ada penjelasan, tidak ada bantuan, sehingga kami terpaksa mencari jalan pulang sendiri melalui Batam. Semua biaya kami tanggung sendiri," ujarnya.

Menurut perhitungan para penumpang, nilai tiket yang telah dibeli mencapai lebih dari Rp50 juta, di luar biaya bagasi. Sementara untuk melanjutkan perjalanan pulang melalui Batam, mereka mengaku kembali mengeluarkan biaya lebih dari Rp60 juta.

"Total kerugian yang kami alami mencapai lebih dari Rp110 juta. Ini tentu menjadi beban yang sangat besar bagi kami," katanya.

Berdasarkan keterangan para penumpang, perjalanan bermula dari Bandara Internasional Suvarnabhumi, Bangkok, pada pukul 10.55 waktu setempat. Rombongan tiba di Bandara Changi sekitar pukul 15.00 waktu Singapura dan langsung menuju Gate D30 sesuai informasi yang tertera pada tiket karena waktu transit menuju penerbangan ke Padang yang dijadwalkan pukul 16.45 tergolong singkat.

Mereka mengaku tidak menerima informasi mengenai perpindahan gerbang keberangkatan, baik melalui pesan elektronik, email, pengumuman di layar informasi, maupun pemberitahuan langsung dari petugas bandara atau maskapai.

Atas kejadian tersebut, para penumpang meminta Scoot memberikan penjelasan resmi mengenai mekanisme penyampaian informasi perpindahan gerbang keberangkatan. Mereka juga menuntut maskapai bertanggung jawab atas seluruh biaya yang timbul akibat keterlantaran tersebut, termasuk memberikan ganti rugi atas kerugian materiil maupun nonmateriil yang mereka alami.

Selain itu, para penumpang meminta otoritas penerbangan di Indonesia maupun Singapura melakukan investigasi agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Scoot belum memberikan tanggapan atau pernyataan resmi terkait klaim yang disampaikan para penumpang.

Topik:

Aldiano Rifki

Penulis

Video Terbaru

22 Penumpang Scoot Tujuan Padang Tertinggal di Bandara Changi, Terpaksa Pulang Lewat Batam dengan Biaya Sendiri, Klaim Rugi Rp110 Juta | Monitor Indonesia