Bangkok, MI – Tragedi penembakan massal kembali mengguncang Thailand. Sedikitnya delapan orang tewas setelah seorang siswa laki-laki berusia 14 tahun mengamuk di Sekolah Debsirin Nonthaburi, Jumat (7/8/2026). Setelah melepaskan tembakan ke arah guru dan siswa, pelaku mengakhiri hidupnya.
Korban tewas terdiri atas lima guru serta kakek dan nenek pelaku yang diduga dibunuh lebih dahulu di rumah sebelum aksi penembakan di sekolah. Selain korban meninggal, sedikitnya 15 orang mengalami luka-luka dan dua di antaranya dilaporkan dalam kondisi kritis.
Kepolisian Thailand menyatakan penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap motif penembakan. Senjata api yang digunakan diketahui merupakan pistol kaliber 9 mm milik kakek pelaku.
Insiden tersebut memicu kepanikan di lingkungan sekolah. Rekaman dari lokasi memperlihatkan para guru mengevakuasi siswa, sementara aparat bersenjata menyisir setiap ruangan untuk memburu pelaku.
Seorang siswi mengaku nyaris menjadi korban ketika gurunya ditembak di hadapannya.
"Saya sedang berdiri di depan guru ketika beliau ditembak. Saya hanya melihat kepulan debu dan kemudian berlari memanjat pagar sekolah bersama teman-teman," ungkap siswi tersebut.**
