Cali, MI – Kolombia memasuki babak baru setelah Abelardo de la Espriella resmi dilantik sebagai presiden untuk masa jabatan empat tahun. Pengacara berusia 48 tahun itu langsung membawa agenda politik garis keras dengan fokus utama pada pemulihan keamanan dan pemangkasan besar-besaran belanja pemerintah.
Pelantikan De la Espriella berlangsung di Arena USC, Universitas Santiago de Cali, Jumat (7/8/2026) waktu setempat. Prosesi tersebut menjadi catatan sejarah karena untuk pertama kalinya dalam sejarah modern Kolombia, pelantikan presiden digelar di luar ibu kota Bogota.
Sejumlah pemimpin dunia hadir dalam momentum tersebut. Di antaranya Raja Spanyol Felipe VI, Presiden Argentina Javier Milei, Presiden Ekuador Daniel Noboa, serta Presiden Chile Jose Antonio Kast.
De la Espriella sebelumnya telah dinyatakan sebagai pemenang pemilihan presiden oleh Dewan Pemilihan Nasional (CNE) Kolombia pada 24 Juni setelah penghitungan suara final selesai.
Ia memenangkan pemilihan dengan selisih suara tipis dan akan memimpin Kolombia hingga Agustus 2030.
De la Espriella merupakan kandidat independen yang mewakili gerakan politik sayap kanan jauh Pembela Tanah Air (Defenders of the Homeland). Kemenangan tersebut sekaligus membuka jalan bagi penerapan agenda politik yang lebih keras dalam menghadapi persoalan keamanan di negara tersebut.
Sektor keamanan menjadi salah satu prioritas utama pemerintahannya. De la Espriella mengusung pendekatan tegas untuk memulihkan ketertiban publik di tengah berbagai tantangan yang masih dihadapi Kolombia.
Selain keamanan, pemerintahan baru juga berencana melakukan pemangkasan besar terhadap anggaran belanja publik. Kebijakan tersebut diproyeksikan menjadi bagian penting dari upaya De la Espriella mengubah arah pengelolaan pemerintahan selama empat tahun ke depan.
Pelantikan di Cali bukan sekadar pergantian kekuasaan. Peristiwa tersebut menandai dimulainya pemerintahan baru dengan agenda keamanan yang lebih keras dan kebijakan fiskal yang berorientasi pada pengurangan pengeluaran negara.**
