Jakarta, MI – Perang Rusia-Ukraina kembali memanas. Gelombang serangan drone dan rudal menghantam sejumlah wilayah di kedua negara, menewaskan sedikitnya 19 orang dan melukai belasan lainnya.
Serangan berlangsung ketika Rusia dan Ukraina terus meningkatkan penggunaan drone dalam perang yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Di Rusia, serangan drone Ukraina menyasar sejumlah wilayah. Lima warga tewas di kawasan permukiman di Rostov, Rusia selatan.
Korban jiwa juga dilaporkan di Belgorod, Kursk, dan Moskow. Empat orang lainnya tewas di wilayah Ukraina yang diduduki Rusia.
Gubernur Moskow Andrey Vorobyov menyebut serangan tersebut sebagai salah satu serangan drone terbesar yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah mencegat 822 drone Ukraina di berbagai wilayah Rusia sepanjang malam hingga Minggu (16/8/2026).
Di sisi lain, Rusia melancarkan serangan udara besar-besaran ke sejumlah wilayah Ukraina menggunakan drone dan rudal.
Di Kryvyi Rih, kota kelahiran Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, serangan menghantam kompleks pabrik baja ArcelorMittal.
Dua orang tewas dan 14 lainnya terluka akibat serangan tersebut.
Kerusakan pada fasilitas produksi utama memaksa perusahaan menghentikan sebagian aktivitas operasionalnya.
Serangan kembali terjadi di Kryvyi Rih pada Minggu malam dan menewaskan satu orang.
Serangan Rusia juga menghantam beberapa wilayah lain di Ukraina.
Dua orang dilaporkan tewas di Zaporizhzhia, satu orang di wilayah perbatasan Sumy, serta satu korban lainnya di Donetsk.
Rangkaian serangan tersebut menunjukkan eskalasi perang masih berlangsung dengan sasaran yang semakin luas.
Infrastruktur sipil dan fasilitas industri ikut terdampak, sementara korban jiwa terus bertambah di kedua kubu.
Hingga kini, Rusia dan Ukraina masih saling melancarkan serangan udara, dengan drone menjadi salah satu senjata utama dalam pertempuran jarak jauh.**
