Ruben Onsu Diduga jadi Korban Penipuan Bisnis Mukena, Rp5,5 Miliar Raib

Jakarta, MI - Dunia hiburan Tanah Air dibuat heboh dengan kabar dugaan penipuan yang menimpa presenter ternama Ruben Onsu. Ia disebut menjadi korban dalam kerja sama bisnis mukena yang nilainya mencapai Rp5,5 miliar.
Kasus ini langsung menyedot perhatian publik karena modus yang digunakan terbilang rapi dan meyakinkan. Ruben sendiri tidak tinggal diam dan menempuh langkah hukum untuk menindaklanjuti dugaan tersebut.
Kuasa hukumnya, Minola Sebayang, membeberkan kronologi kejadian serta dugaan cara kerja pelaku berinisial PS. Menurutnya, semua berawal dari perkenalan yang terjadi melalui seorang rekan menjelang momen Lebaran.
"Karena momentum mau Lebaran, Ruben melihat ini peluang bisnis yang bagus," kata Minola saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, baru-baru ini.
Pelaku kemudian disebut menawarkan kerja sama produksi mukena dalam skala besar dengan mengatasnamakan perusahaan bernama PT Venteny Fortuna Indo. Bahkan, pelaku juga menyodorkan draf kerja sama resmi antarperusahaan dengan nilai kontrak yang menggiurkan.
"Pelaku ini memberikan gambaran seolah-olah semuanya profesional dan siap jalan, termasuk menunjukkan draft perjanjian kerja sama dengan nilai kurang lebih Rp5,5 miliar," jelas Minola.
Setelah kepercayaan mulai terbentuk, pelaku diduga mulai meminta sejumlah dana secara bertahap dengan berbagai alasan, mulai dari uang muka produksi hingga kebutuhan operasional pencarian bahan baku berkualitas.
"Ruben beberapa kali diminta mentransfer uang. Dana itu disebut untuk pembayaran awal produksi hingga biaya entertain mencari pabrik dan bahan berkualitas," ungkap Minola.
Namun, harapan tersebut tidak berjalan sesuai rencana. Hingga Hari Raya Idul Fitri tiba, mukena yang dijanjikan tak juga diproduksi, apalagi dipasarkan. Kondisi ini mulai menimbulkan kecurigaan dari pihak Ruben saat meminta penjelasan terkait proyek tersebut.
Belakangan, fakta yang cukup mengejutkan pun terungkap. Dana miliaran rupiah yang telah disetor ternyata tidak pernah sampai ke pihak pabrik produksi.
"Uang dari Ruben sudah masuk, tapi tidak pernah diturunkan ke pabrik untuk produksi," kata Minola.
Situasi kemudian semakin rumit ketika pihak terduga pelaku mendadak sulit dihubungi. Nomor teleponnya tidak aktif, dan keberadaannya pun tidak diketahui lagi.
"Nomornya sudah tidak bisa dihubungi, orangnya seperti menghilang," ujar Minola.
Atas kejadian ini, pihak Ruben Onsu membuka kemungkinan untuk menempuh jalur hukum apabila tidak ada itikad baik dari pihak terduga pelaku. "Kalau tidak ada penyelesaian, tentu langkah hukum bisa dipertimbangkan," tutup Minola.
Topik:
