Jakarta, MI– Babak baru dalam dinamika hubungan pascaperceraian antara Sarwendah dan Ruben Onsu mulai terlihat. Kedua belah pihak kini membuka peluang untuk menyelesaikan berbagai persoalan melalui jalur komunikasi langsung dan pendekatan kekeluargaan.
Inisiatif tersebut muncul setelah kuasa hukum Sarwendah mengirimkan surat kepada pihak Ruben Onsu yang berisi ajakan untuk menggelar pertemuan tertutup guna membahas sejumlah persoalan yang belakangan menjadi perhatian publik.
Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, membenarkan adanya undangan pertemuan tersebut. Menurutnya, kedua pihak pada prinsipnya membuka ruang dialog demi mencari solusi yang lebih baik dan kondusif.
Meski demikian, pertemuan itu belum akan terlaksana dalam waktu dekat. Pihak Ruben Onsu memperkirakan agenda tersebut baru dapat direalisasikan pada Juli 2026 setelah Ruben menyelesaikan rangkaian ibadah umrahnya.
"Kalau kami merespons surat tersebut untuk bertemu, kemungkinan pertemuan baru bisa terealisasi sekitar bulan Juli," ujar Minola.
Namun, hingga saat ini belum ada kepastian apakah Sarwendah dan Ruben Onsu akan hadir secara langsung dalam pertemuan tersebut atau hanya diwakili oleh tim kuasa hukum masing-masing. Keputusan akhir masih menunggu persetujuan dari kedua pihak.
Minola menegaskan bahwa komunikasi yang sedang dibangun saat ini merupakan langkah awal untuk membuka ruang penyelesaian secara damai dan kekeluargaan.
"Ini masih surat awal yang pada intinya mengajak kedua belah pihak untuk berbicara dalam ruang tertutup secara kekeluargaan," katanya.
Rencana pertemuan ini menjadi sinyal positif di tengah berbagai isu yang terus berkembang terkait hubungan Sarwendah dan Ruben Onsu. Publik kini menantikan apakah komunikasi tersebut akan menjadi jalan menuju penyelesaian yang lebih baik bagi kedua belah pihak, terutama menyangkut kepentingan keluarga dan anak-anak mereka.**

