Jakarta, MI – Selembar storyboard orisinal dari film legendaris Batman (1989) garapan sutradara Tim Burton resmi dilelang dan membuka fakta menarik di balik proses kreatif film yang mengubah sejarah perfilman superhero. Dokumen langka tersebut mengungkap bahwa karakter Robin sempat disiapkan tampil sebagai tokoh penting sebelum akhirnya dihapus dari naskah final.
Storyboard yang dilelang melalui Heritage Auctions itu menjadi bukti bahwa Warner Bros. pada awal pengembangan proyek bersikeras menghadirkan Dick Grayson alias Robin sebagai pendamping Batman. Namun Tim Burton memilih arah berbeda dengan mempertahankan cerita yang lebih gelap dan berfokus pada konflik utama antara Batman dan Joker.
Dalam storyboard karya David Russell Group, Robin digambarkan terlibat dalam pertarungan langsung melawan Joker ketika Batman berada dalam situasi terdesak. Adegan tersebut memperlihatkan versi film yang jauh lebih dekat dengan dunia komik dibandingkan hasil akhir yang akhirnya tayang di bioskop.
Pada draf awal skenario yang ditulis Sam Hamm, Dick Grayson memiliki peran cukup besar. Dikisahkan, Joker menjadi penyebab kematian keluarga sirkus The Flying Graysons, tragedi yang kemudian mendorong Dick Grayson menjadi Robin.
Namun seiring pengembangan cerita, Burton bersama Hamm menilai kehadiran Robin justru akan membuat alur film terlalu padat karena harus mengakomodasi banyak karakter dan kisah balas dendam sekaligus.
Keputusan itu akhirnya mengubah arah film secara drastis. Batman (1989) tampil dengan nuansa gothic yang kuat dan memusatkan cerita pada rivalitas personal Batman melawan Joker, sebuah formula yang kemudian dianggap sukses merevolusi standar film superhero modern.
Perdebatan mengenai Robin ternyata tidak berhenti setelah film pertama. Saat menggarap Batman Returns (1992), Warner Bros. kembali mendesak Tim Burton agar memasukkan karakter tersebut demi kepentingan komersial, termasuk penjualan mainan.
Studio bahkan sempat menunjuk Marlon Wayans untuk bergabung dalam proyek tersebut. Rencananya, Wayans hanya akan muncul sebagai montir Batman dalam sebuah penampilan singkat yang menjadi pengantar menuju karakter Robin pada film berikutnya.
Namun, konsep itu kembali dibatalkan sebelum produksi dimulai sehingga karakter Robin sekali lagi tidak muncul dalam film arahan Burton.
Keputusan Burton tersebut kemudian dinilai tepat. Hingga kini, sejumlah sutradara modern seperti Christopher Nolan melalui trilogi The Dark Knight maupun Matt Reeves lewat The Batman juga memilih membangun kisah Batman tanpa menghadirkan Robin pada fase awal perjalanan Sang Ksatria Kegelapan.
Kemunculan storyboard langka itu kini menjadi salah satu artefak penting yang memperlihatkan bagaimana keputusan kreatif di balik layar mampu mengubah arah salah satu film superhero paling berpengaruh dalam sejarah perfilman.**
