Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS, Usai Podcast Membahas Isu “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia”

Jakarta, MI - Wakil Koordinator KontraS itu disiram air keras oleh orang tak dikenal sesaat setelah menyelesaikan rekaman podcast yang membahas isu “remiliterisme dan judicial review di Indonesia”.
Peristiwa yang terjadi pada malam Kamis (12/3/2026) persisnya pukul 23.37 WIB tersebut membuat Andrie mengalami luka bakar serius hingga sekitar 24 persen pada tubuhnya, termasuk bagian mata.
Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia, Gomar Gultom, menyatakan keterkejutan dan keprihatinannya atas serangan tersebut.
Ia menilai peristiwa ini bukan sekadar kekerasan personal, melainkan bentuk teror terhadap ruang demokrasi dan suara kritis di Indonesia.
Menurut Gomar, rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi serta pantauan petugas perhubungan menunjukkan adanya indikasi serangan yang telah direncanakan. Dalam rekaman itu terlihat kondisi lalu lintas yang semula ramai tiba-tiba menjadi sepi tepat sebelum aksi penyiraman terjadi.
“Serangan ini terlihat sistematis. Tidak hanya dilakukan oleh dua pengendara motor yang terlihat di lokasi, tetapi ada indikasi pihak lain yang mengatur situasi di sekitar tempat kejadian,” ujar Gomar Gultom, Jumat (13/3/2026).
Ia menegaskan, Andrie dikenal sebagai aktivis HAM yang vokal dan konsisten mengawal penegakan hukum serta kebebasan sipil.
Andrie juga merupakan bagian dari koalisi masyarakat sipil yang melakukan investigasi independen atas berbagai peristiwa politik dan keamanan, termasuk polemik yang terjadi pada Agustus 2025.
Karena itu, Gomar menilai serangan tersebut tidak dapat dilihat sebagai persoalan pribadi. Ia menyebut tindakan itu sebagai pesan intimidasi terhadap seluruh pihak yang memperjuangkan supremasi hukum dan perlindungan hak asasi manusia.
“Ini bukan serangan personal. Ini teror untuk kita semua yang menghendaki tegaknya hukum dan HAM,” tegasnya.
Gomar mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut hingga ke dalang di baliknya, bukan hanya berhenti pada pelaku lapangan.
Ia mengingatkan agar peristiwa ini tidak berakhir seperti kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan yang sempat menuai kontroversi dalam proses pengusutannya.
Selain itu, ia meminta aparat keamanan memberikan perlindungan bagi masyarakat, khususnya mereka yang selama ini aktif menyuarakan kritik terhadap kebijakan publik.
Gomar juga menyerukan agar Presiden turun tangan memberikan perhatian serius terhadap peristiwa ini.
Menurutnya, negara harus menjamin pengungkapan kasus secara transparan sekaligus memastikan kekerasan terhadap aktivis tidak terulang.
Meski demikian, ia berharap serangan tersebut tidak menyurutkan semangat para pegiat HAM untuk terus memperjuangkan keadilan.
Atas nama Gerakan Nurani Bangsa, Gomar menyatakan dukungan penuh terhadap langkah masyarakat sipil yang berencana melakukan investigasi independen guna mengungkap fakta di balik kekerasan tersebut.
Topik:
