BREAKINGNEWS

8 Bulan Pimpin Kejati Sumut, Harli Siregar Tinggalkan Jejak Prestasi Gemilang

8 Bulan Pimpin Kejati Sumut, Harli Siregar Tinggalkan Jejak Prestasi Gemilang
Harli Siregar saat menjabat sebagai Kajati Sumut (Foto: Ist)

Jakarta, MI – Mutasi jabatan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Harli Siregar, menjadi Inspektur III pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung dinilai sebagai bentuk promosi atas rekam jejak kinerja yang moncer.

Meski baru delapan bulan memimpin Kejati Sumut, Harli disebut berhasil menorehkan sederet capaian strategis di bidang penegakan hukum, penyelamatan keuangan negara, hingga reformasi pelayanan publik.

Sejak dilantik pada 16 Juli 2025, Harli langsung membuat gebrakan yang menarik perhatian publik.

Di bawah kepemimpinannya, Kejati Sumut menunjukkan performa yang menonjol dan meraih banyak penghargaan di tingkat nasional.

Salah satu capaian terbesar adalah keberhasilan mengembalikan kerugian keuangan negara lebih dari Rp435 miliar dari penanganan perkara tindak pidana korupsi.

Nilai fantastis itu menjadi bukti nyata keseriusan institusi kejaksaan dalam memburu aset negara yang dirampas melalui praktik korupsi.

Tak hanya itu, Bidang Pemulihan Aset Kejati Sumut juga sukses melelang barang rampasan hasil tindak pidana senilai Rp172,7 miliar yang seluruhnya disetor ke kas negara sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Atas capaian tersebut, Kejati Sumut dinobatkan sebagai peringkat pertama kinerja pemulihan aset terbaik se-Indonesia.

Di bidang pelayanan hukum, Harli juga mendorong pendekatan keadilan restoratif. Sepanjang masa kepemimpinannya, sebanyak 101 perkara berhasil diselesaikan melalui restorative justice.

Selain itu, dibentuk pula 60 Rumah Restorative Justice di berbagai daerah di Sumatera Utara sebagai sarana penyelesaian konflik berbasis musyawarah.

Pada sektor intelijen, Kejati Sumut berhasil mengawal 66 proyek strategis dengan total nilai anggaran mencapai Rp930 miliar lebih dan USD 163 juta.

Langkah ini dipandang penting untuk memastikan pembangunan berjalan tanpa gangguan hukum maupun praktik penyimpangan.

Prestasi lainnya datang dari tata kelola internal. Kejati Sumut meraih berbagai penghargaan nasional, di antaranya peringkat III terbaik Satuan Kerja Kompetisi Ber-AKHLAK, penghargaan konsistensi IKPA tertinggi tingkat wilayah, hingga peringkat III pengelolaan keuangan APBN terbaik di lingkungan mitra KPPN Medan II.

Nama Harli juga mendapat apresiasi di tingkat publik. Ia dianugerahi penghargaan sebagai tokoh pendorong keterbukaan informasi lembaga penegak hukum tahun 2025.

Penghargaan itu diberikan atas komitmennya membangun komunikasi yang terbuka dan akuntabel kepada masyarakat.

Dalam pemberantasan mafia tanah, Kejati Sumut turut meraih Pin Emas dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang.

Sementara pada 2026, institusi yang dipimpinnya kembali menyelamatkan kerugian negara Rp13 miliar dari perkara korupsi pembangunan Water Front City Pangururan dan kawasan Tele Samosir.

Langkah tegas juga ditunjukkan lewat penggeledahan kantor BPN Provinsi Sumut dan BPN Kota Medan dalam pengusutan dugaan korupsi pengadaan lahan proyek jalan tol Medan-Binjai.

Dengan sederet capaian tersebut, Harli Siregar dinilai meninggalkan warisan kinerja yang kuat di Sumatera Utara.

Promosinya ke Kejaksaan Agung dianggap sebagai pengakuan atas integritas, profesionalisme, dan kepemimpinan yang berhasil membawa Kejati Sumut tampil sebagai salah satu satuan kerja terbaik di Indonesia.

Topik:

Adelio Pratama

Penulis

Video Terbaru

8 Bulan Pimpin Kejati Sumut, Harli Siregar Tinggalkan Jejak | Monitor Indonesia