JK Klaim Berperan Bawa Jokowi ke Panggung Nasional

Jakarta, MI — Mantan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), kembali membuat pernyataan terbuka yang menyorot perjalanan politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). JK mengklaim dirinya memiliki peran penting sejak awal karier politik Jokowi, mulai dari Solo hingga menembus panggung nasional.
Pernyataan itu disampaikan JK dalam konferensi pers di kediamannya, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026), saat ia memberikan klarifikasi terkait ceramahnya di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 5 Maret 2026.
Dalam penjelasannya, JK menyinggung kembali proses politik yang mengantarkan Jokowi menjadi Gubernur DKI Jakarta pada 2012. Ia menyebut dirinya sebagai salah satu pihak yang mendorong pencalonan Jokowi di level nasional.
“Siapa yang bawa Jokowi ke Jakarta? Saya yang bawa dari Solo untuk jadi gubernur,” ujar JK dikutip Minggu (19/4/2026).
JK bahkan mengungkapkan dirinya pernah bertemu langsung dengan Ketua Umum PDIP saat itu, Megawati Soekarnoputri, untuk meyakinkan bahwa Jokowi adalah figur yang layak diusung. Ia mengklaim, setelah melalui diskusi politik kala itu, pencalonan Jokowi akhirnya mendapat persetujuan.
JK juga menunjukkan sebuah foto yang disebutnya sebagai momen Jokowi datang menyampaikan terima kasih usai memenangkan Pilgub DKI Jakarta 2012 bersama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Lebih jauh, JK menegaskan bahwa perjalanan Jokowi hingga menjadi Presiden RI tidak bisa dilepaskan dari proses awal tersebut. Ia bahkan menyebut dirinya sempat diminta untuk mendampingi Jokowi sebagai Wakil Presiden karena faktor pengalaman.
“Jangan lupa, saya yang bawa ke Jakarta. Tanpa jadi gubernur, mana bisa jadi presiden,” kata JK menegaskan.
Namun, pernyataan tersebut juga disertai kritik JK terhadap sebagian pendukung Jokowi yang ia sebut terlalu reaktif terhadap isu-isu yang berkembang, termasuk polemik terkait ijazah Jokowi. JK mengaku hanya menyampaikan pandangan sebagai figur yang lebih senior, bukan sebagai bentuk serangan politik.
“Saya lebih tua, saya hanya menasihati. Kenapa tiba-tiba sensitif sekali?” ujarnya.
JK menilai respons sebagian pendukung Jokowi atau yang ia sebut “Termul” telah melenceng, seolah menganggap dirinya berseberangan dengan Jokowi. Padahal, menurutnya, tidak ada niat untuk menyerang mantan Wali Kota Solo tersebut.
Pernyataan JK ini kembali memunculkan perdebatan mengenai dinamika hubungan elite politik yang pernah bekerja sama dalam satu periode kekuasaan, sekaligus membuka kembali narasi lama tentang proses naiknya Jokowi dari level daerah hingga menjadi presiden.
Topik:
