Jamintel Kejagung Minta: MBG Bermasalah, Laporkan Aplikasi Jaga Desa

Jakarta, MI - Reda Manthovani, Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen, secara terbuka mendorong siswa dan guru sebagai penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk melaporkan penyimpangan langsung melalui aplikasi Jaksa Garda Desa (Jaga Desa).
Dalam acara Jaga Desa Award 2026 di Jakarta, Reda menegaskan bahwa laporan masyarakat dapat berupa bukti visual: foto atau video makanan yang basi, tidak layak, atau bahkan jauh dari standar gizi yang dijanjikan pemerintah. Kanal digital telah disiapkan, dan penerima manfaat diberi akses langsung untuk mengunggah temuan mereka.
Pernyataan Reda mengungkap sisi lain dari implementasi program MBG. Ia mencontohkan kemungkinan temuan di lapangan: makanan dengan kualitas rendah atau nilai yang tidak sebanding dengan anggaran.
“Kalau memang basi, bilang basi. Kalau nilainya tidak sampai Rp10.000 dan hanya nasi dengan kentang, silakan foto dan laporkan,” tegasnya dikutip Selasa (21/4/2026).
Laporan yang masuk, menurutnya, tidak akan berhenti di meja aduan. Intelijen kejaksaan akan meneruskan temuan tersebut ke Badan Gizi Nasional untuk ditindaklanjuti.
Satuan penyedia layanan, yakni SPPG, bisa dikenai sanksi mulai dari teguran hingga penghentian sementara operasional. Bahkan, opsi pidana disebut terbuka jika pelanggaran dinilai serius.
Langkah ini memperlihatkan perubahan pendekatan, dari program bantuan sosial yang biasanya bersifat top-down, menjadi model partisipatif dengan kontrol publik langsung.
Namun di sisi lain, kebijakan ini juga menyiratkan adanya celah dalam distribusi dan kualitas layanan MBG di lapangan cukup serius hingga pemerintah merasa perlu melibatkan penerima manfaat sebagai “mata tambahan”.
Di tengah ambisi besar memperbaiki gizi generasi muda, ajakan ini menjadi pengingat keras: program sebesar apa pun tetap rentan bocor jika pengawasan tidak berjalan seiring dengan pelaksanaan.
Kini, keberhasilan MBG bukan hanya bergantung pada anggaran dan distribusi, tetapi juga pada keberanian publik untuk melaporkan realitas yang mereka hadapi.
Topik:
