Setahun Bergulir, Kasus Dugaan Korupsi Whoosh di KPK Belum Juga Temui Tersangka

Jakarta, MI - Setahun sejak diselidiki, kasus dugaan korupsi proyek kereta cepat Whoosh justru terkesan berjalan di tempat.
Komisi Pemberantasan Korupsi belum juga mengumumkan satu pun tersangka, meski proyek strategis nasional ini sarat sorotan publik dan dugaan penyimpangan serius.
Penyelidikan yang dimulai sejak awal 2025 terhadap proyek PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) kini memasuki tahun kedua tanpa kejelasan arah.
Publik pun mulai mempertanyakan keseriusan penanganan kasus yang disebut-sebut melibatkan persoalan krusial seperti pembebasan lahan.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, hanya memastikan proses masih berjalan, tanpa memberikan progres signifikan.
“Yang pasti bahwa penyelidikan terkait dengan kereta cepat ini masih terus berproses,” ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (4/5/2026).
Namun, pernyataan normatif ini justru memperkuat kesan lambannya pengusutan. Ketika ditanya soal tersangka, KPK kembali memilih jawaban menggantung.
“Terkait dengan itu nanti kita lihat perkembangannya,” kata Budi.
Kasus ini pertama kali mencuat setelah mantan Menko Polhukam, Mahfud MD, mengungkap dugaan korupsi melalui kanal YouTube pribadinya pada Oktober 2025.
Sejak saat itu, ekspektasi publik terhadap langkah tegas KPK terus meningkat—namun hingga kini belum terjawab.
Ketua KPK, Setyo Budiyanto, sebelumnya mengindikasikan adanya potensi masalah serius dalam pengadaan lahan proyek Whoosh, termasuk dugaan penggunaan tanah milik negara.
“Apakah tanah di Halim itu milik TNI AU atau bukan, ini yang sedang kami dalami. Ini belum pasti,” ujar Setyo.
Pernyataan tersebut mengisyaratkan adanya potensi konflik kepemilikan aset negara, yang jika terbukti, bisa membuka pintu skandal lebih besar.
Namun lagi-lagi, proses hukum masih berkutat pada tahap “pendalaman”.
Minimnya transparansi dan belum adanya tersangka setelah satu tahun penyelidikan memunculkan pertanyaan besar: apakah kasus ini akan benar-benar dituntaskan, atau justru berakhir tanpa kepastian seperti sejumlah kasus besar lainnya?
Sorotan publik kini mengarah tajam ke KPK. Lembaga yang selama ini dikenal garang dalam memberantas korupsi dituntut membuktikan bahwa proyek sebesar Whoosh tidak kebal hukum—dan bahwa penegakan hukum tidak berhenti pada wacana.
Topik:
