BREAKINGNEWS

Jemaah Hanania Travel Tuntut Refund, Ratusan Juta Uang Umrah Menggantung

Jemaah Hanania Travel Tuntut Refund, Ratusan Juta Uang Umrah Menggantung
Jemaah Haji

Jakarta, MI Para calon jemaah umrah yang gagal diberangkatkan oleh Hanania Travel kini terus menuntut pengembalian dana atau refund setelah uang puluhan hingga ratusan juta rupiah yang telah mereka setorkan tak kunjung kembali. Kekecewaan memuncak setelah sejumlah kloter umrah Syawal 2026 hingga Juni-Juli 2026 dipastikan batal berangkat.

Dari sejumlah calon jemaah yang mendatangi kantor cabang Hanania Travel di Gedung EightyEight kawasan Mal Kota Kasablanka (Kokas), Jakarta Selatan, Kamis (28/5/2026), total dana yang telah disetorkan dan belum kembali disebut hampir mencapai Rp 260 juta.

Salah satu calon jemaah, Ifa, mengaku telah melunasi hampir Rp 70 juta untuk keberangkatan dirinya dan sang ibu pada kloter Syawal 2026. Namun, sejak pengajuan refund pada 16 Maret 2026, uang tersebut belum juga dikembalikan.

“Jadi saya pengajuan refund tuh di 16 Maret kemarin. Tapi mereka bilang katanya 14 hari kerja. Dari 16 Maret itu deadline-nya 6 April,” ujar Ifa.

Saat mendatangi kantor Hanania Travel pada 6 April, Ifa mengaku hanya mendapat janji baru. Pihak travel meminta tambahan waktu dua pekan dengan alasan akan dilakukan mediasi antara pemilik travel, calon jemaah, dan pihak Kementerian Haji dan Umrah.

Dalam mediasi tersebut, pemilik Hanania Travel bernama Farhan disebut mengaku tidak mampu mengembalikan seluruh dana refund sekaligus. Refund kemudian dijanjikan dicicil dalam tiga tahap dengan skema 30 persen, 30 persen, dan 40 persen.

“Untuk jatuh tempo pembayaran pertama itu besok 29 Mei. Itu harusnya dikembalikan kepada kami minimal 30 persen dari total pelunasan yang sudah kami berikan. Tapi sampai hari ini belum ada update,” kata Ifa.

Belakangan, para calon jemaah juga dibuat khawatir setelah muncul kabar di media sosial bahwa pembayaran refund kembali ditunda.

Meski mendengar sebagian jemaah kloter Syawal disebut sudah menerima refund sebagian, Ifa menegaskan akan terus meminta kejelasan langsung kepada pihak travel.

Bos Travel Akui Perusahaan Defisit

Calon jemaah lainnya, Sizy, juga mengaku telah melunasi hampir Rp 70 juta untuk keberangkatan dirinya dan sang adik pada kloter Juni-Juli 2026. Namun, saat datang ke kantor Hanania Travel, ia justru mendengar langsung dari pemilik perusahaan bahwa keberangkatan kloternya dibatalkan.

“Owner tiba-tiba bilang ke saya saat itu, ‘Uang kalian yang Juni-Juli aman kok, saya enggak pakai buat bayar rekanan kloter Syawal,’” ujar Sizy.

Menurut Sizy, Farhan juga mengakui kondisi keuangan perusahaan sedang mengalami defisit.

Sementara itu, calon jemaah lain bernama Rosa mengaku telah membayar hampir Rp 120 juta untuk paket umrah empat anggota keluarganya.

“Saya ambil paket satu orang Rp 29,9 juta. Kami mau berangkat empat orang. Tapi karena kloter Syawal batal berangkat, saya langsung merasa tidak enak hati,” kata Rosa.

Meski pihak travel sempat menyebut kloter Juni-Juli tetap berjalan, Rosa dan keluarganya memilih mengurus refund karena khawatir uang mereka ikut terseret masalah.

“Harapan kami refund bisa segera terlaksana,” ujarnya.

Kini pemilik Hanania Travel, Farhan, telah dibawa ke Mapolda Metro Jaya untuk menjalani mediasi bersama para calon jemaah yang gagal diberangkatkan.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Jemaah Hanania Travel Tuntut Refund, Ratusan Juta Uang Umrah | Monitor Indonesia