Jakarta, MI - Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, menilai kasus dugaan suap pengurusan impor yang menyeret Blueray Cargo tidak sekadar persoalan korupsi. Menurutnya, perkara ini juga sarat dengan aroma persaingan politik.
Uchok meyakini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak akan menyentuh pihak-pihak yang diduga menerima aliran suap dari kalangan aparat penegak hukum.
Ia mengungkapkan, dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), Hartanto yang merupakan pegawai Blueray mengaku menyerahkan sejumlah uang kepada oknum aparat penegak hukum di tingkat kecamatan hingga kotamadya atas perintah John Field selaku bos Blueray.
"Kasus John Field atau suap Blueray Cargo bukan kasus korupsi semata, tetapi ada unsur politiknya. Ada persaingan politik untuk rebutan jabatan strategis sipil antara tentara dan polisi," ujar Uchok, Jumat (26/6/2026).
Menurutnya, dugaan adanya persaingan politik tersebut terlihat dari arah penanganan perkara yang hingga kini belum menyentuh oknum kepolisian, BPK, BPOM, maupun Kementerian Perdagangan yang disebut dalam dugaan suap pengurusan impor.
"Tanda-tanda persaingan politik antara tentara dengan polisi bisa dilihat dari cara KPK yang sampai saat ini tidak menyentuh oknum-oknum dari polisi, BPK, BPOM, dan Kementerian Perdagangan dalam suap pengurusan impor tersebut," kata dia.
Uchok pun menduga KPK yang dipimpin seorang jenderal polisi sengaja mengarahkan fokus penyidikan ke institusi Bea dan Cukai, terutama kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama.
"Sepertinya KPK yang dipimpin oleh jenderal polisi ini sengaja fokus kepada institusi Bea dan Cukai, khususnya pada Dirjen Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama yang disebut menerima uang suap sebesar 213.600 dolar Singapura agar anak buah Presiden Prabowo ini kariernya mati total," ungkapnya.
Lebih jauh, Uchok menilai kasus Blueray Cargo juga memperlihatkan adanya kecemburuan di tubuh kepolisian terhadap semakin besarnya porsi personel TNI yang menempati jabatan sipil di berbagai lembaga negara.
"Dari kasus suap Blueray Cargo ini sudah kelihatan bahwa polisi menyimpan kecemburuan kepada tentara. Saat ini lembaga-lembaga negara mulai banyak diisi oleh kaum tentara," jelasnya.
Uchok mengatakan, situasi tersebut sekaligus menjadi sinyal bagi Presiden Prabowo Subianto agar kepolisian tetap memperoleh perhatian dalam penempatan jabatan strategis sebagaimana pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.
"Ini peringatan kepada Presiden Prabowo agar polisi juga harus diperhatikan oleh pemerintah seperti zaman Presiden Jokowi yang banyak mengisi jabatan sipil," tegasnya.
Ia pun berpendapat masyarakat sipil sebaiknya hanya mencermati dinamika yang berkembang tanpa ikut terseret dalam polemik tersebut.
"Dan masyarakat sipil dalam konflik tentara melawan polisi cukup nonton saja. Karena saat ini Presiden Prabowo lebih percaya kepada tentara daripada polisi," imbuhnya.
Hingga kini, KPK maupun pihak-pihak yang disebut dalam pernyataan tersebut belum memberikan tanggapan resmi.
Pernyataan tersebut merupakan pandangan dan analisis Uchok Sky Khadafi, serta belum dapat dianggap sebagai fakta hukum yang telah dibuktikan melalui proses peradilan.
