BREAKINGNEWS

BAP Bongkar Skema Amplop Bea Cukai

BAP Bongkar Skema Amplop Bea Cukai
Dokumen BAP saksi Vini Liveri Vie mengungkap dugaan skema distribusi dana terstruktur di PT Blue Ray Kargo. (Dok Istimewa)

Jakarta, MI – Berkas penyidikan dugaan korupsi terkait impor kembali membuka fakta baru yang mengarah pada dugaan mekanisme distribusi dana secara sistematis.

Dokumen Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saksi Vini Liveri Vie mengungkap pola pengelolaan uang perusahaan yang diduga tidak sekadar untuk kebutuhan operasional, melainkan mengalir melalui rekening pribadi, ditukar menjadi dolar Singapura (SGD), dikemas dalam amplop berkode hingga goodie bag, sebelum diserahkan kepada pihak-pihak tertentu atas instruksi atasan.

Dalam dokumen yang diperoleh Monitorindonesia.com, BAP tertanggal 19 Februari 2026 itu menjelaskan bahwa Vini, yang saat itu bertugas mengelola petty cash perusahaan, awalnya menangani berbagai pengeluaran rutin seperti pembayaran lembur gudang, sewa kendaraan, dan kebutuhan operasional lainnya.

Namun, dalam pemeriksaan penyidik, terungkap pola yang berbeda. Hampir setiap awal maupun akhir bulan, Vini mengaku dipanggil ke ruang kerja seseorang bernama John Field untuk menerima daftar berisi kode, nama, dan nominal uang yang harus dimasukkan ke dalam amplop.

Setelah seluruh amplop disiapkan sesuai daftar tersebut, uang kemudian diserahkan kepada seseorang bernama Andrea di kawasan Mangga Besar, Jakarta, sesuai arahan yang diterimanya.

Tidak hanya itu, Vini juga mengaku beberapa kali diminta menukarkan uang rupiah menjadi dolar Singapura melalui money changer di kawasan Harmoni dan Hayam Wuruk. Seluruh komunikasi mengenai penukaran uang dilakukan melalui WhatsApp maupun telepon.

Dalam pembukuan perusahaan, seluruh pengeluaran tersebut dilaporkan kepada bagian keuangan atas nama Indra menggunakan kode pencatatan "Bonus".

Meski demikian, Vini menegaskan dirinya tidak mengetahui maksud sebenarnya dari istilah bonus tersebut. Dalam substansi keterangannya kepada penyidik, ia menyatakan hanya menjalankan perintah yang diberikan kepadanya.

Percakapan WhatsApp Jadi Bukti Penting

Penyidik kemudian menyita sebuah iPhone 16 Pro yang berisi percakapan WhatsApp antara Vini dengan Yohanes Setiawan, yang disebut sebagai asisten pribadi John Field.

Dari hasil ekstraksi data elektronik, muncul sejumlah percakapan yang diduga berkaitan dengan penyediaan uang dalam jumlah sangat besar.

Salah satunya memuat instruksi penyediaan dana sebesar 500.000 dolar Singapura, disertai konfirmasi nominal dan berbagai kode distribusi.

Dalam percakapan lain tertanggal 2 Juli dan 4 Agustus 2025, penyidik menemukan daftar kode seperti BC1, BC2, BC4, POC, Koord, hingga D5M dengan nilai transaksi mencapai puluhan ribu hingga puluhan juta dolar Singapura.

Vini mengaku tidak mengetahui arti kode-kode tersebut. Menurut keterangannya, seluruh instruksi berasal dari John Field melalui Yohanes Setiawan, sementara uang yang telah disiapkan kemudian diserahkan kepada Andrea sesuai daftar yang diterimanya.

Goodie Bag dan "Bulanan Pusat"

Temuan penyidik tidak berhenti pada penggunaan amplop berkode.

Dalam percakapan WhatsApp tertanggal 22 Juli 2025, penyidik menemukan pembahasan mengenai penggunaan goodie bag Bacha Coffee sebagai media membawa uang.

Berdasarkan keterangan saksi, uang dimasukkan ke dalam tas tersebut sebelum dibawa sopir kantor bernama Sahrul atas arahan John Field.

Pada komunikasi lain tanggal 2 Agustus 2025, Yohanes kembali meminta Vini menyiapkan uang yang kemudian diantar ke Hotel Borobudur menggunakan sopir kantor.

Penyidik juga menemukan percakapan mengenai penukaran 3 juta dolar Singapura ke rupiah dengan kurs Rp13.500 per SGD sebelum dana tersebut diserahkan kepada Andrea.

Indikasi pembayaran rutin semakin menguat setelah muncul percakapan pada 29 Agustus 2025 yang menyebut istilah "bulanan pusat."

Dalam pemeriksaan, Vini menerangkan kepada penyidik bahwa istilah tersebut dipahami sebagai uang untuk Bea Cukai Pusat. Namun ia mengaku tidak mengetahui siapa pihak yang akhirnya menerima uang tersebut.

Sehari kemudian, Yohanes kembali menanyakan kesiapan uang untuk "Bea Cukai Pusat". Vini menjelaskan telah menyiapkan 13 amplop yang masing-masing diberi kode menggunakan bolpoin sesuai instruksi John Field sebelum diserahkan kepada Andrea.

Enam Rekening Pribadi

BAP juga mengungkap fakta lain yang dinilai penyidik penting.

Vini mengaku memiliki enam rekening BCA yang dibuka atas permintaan John Field ketika dirinya menjabat Human Resource Development PT Blue Ray Kargo.

Menurut keterangannya, rekening-rekening tersebut digunakan untuk kepentingan perusahaan meski sebagian entitas usaha telah lama tidak beroperasi.

Yang menarik, Vini mengaku tidak memiliki akses terhadap rekening atas namanya sendiri. Seluruh akses, menurut keterangannya, berada di tangan bagian keuangan bernama Indra dan seorang lainnya bernama Desya.

Dana yang masuk ke rekening tersebut disebut berasal dari transfer rutin bagian keuangan perusahaan setiap bulan.

Rangkaian keterangan saksi memperlihatkan pola yang berulang, mulai dari pencairan dana melalui rekening pribadi, penukaran rupiah menjadi dolar Singapura, penggunaan kode-kode tertentu, pengemasan uang dalam amplop maupun goodie bag, hingga penyerahan kepada pihak yang telah ditentukan.

Seluruh proses itu, menurut keterangan saksi, berlangsung berdasarkan instruksi John Field dan dicatat dalam pembukuan perusahaan menggunakan nomenklatur "Bonus".

Meski demikian, Vini menegaskan dirinya tidak mengetahui tujuan akhir maupun pihak yang sebenarnya menerima manfaat dari dana tersebut.

Dokumen BAP ini menjadi salah satu bagian penting yang kini didalami penyidik untuk mengungkap dugaan mekanisme distribusi dana secara sistematis dalam perkara yang tengah ditangani.

Perlu ditegaskan, seluruh uraian dalam berita ini bersumber dari dokumen Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang merupakan bagian dari proses penyidikan.

Keterangan saksi dalam BAP belum merupakan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Seluruh pihak yang disebut tetap berhak atas asas praduga tak bersalah hingga adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Topik:

Didin Alkindi

Penulis

Video Terbaru

BAP Bongkar Skema Amplop Bea Cukai | Monitor Indonesia