BREAKINGNEWS

Mahfud Puji Duel Polri-Kejagung Sikat Koruptor

Mahfud Puji Duel Polri-Kejagung Sikat Koruptor
Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. (Dok Istimewa)

Jakarta, MI – Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memberikan apresiasi terhadap langkah agresif Polri dan Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam membongkar kasus-kasus korupsi besar yang belakangan menyita perhatian publik. Menurutnya, persaingan positif antarpenegak hukum justru menjadi kabar baik bagi upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

Melalui akun X pribadinya, Mahfud memuji keberhasilan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri yang berhasil mengungkap aset-aset yang diduga berasal dari hasil korupsi, sekaligus mengapresiasi Kejagung yang terus mengembangkan penyidikan dugaan korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN) dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Selamat kepada POLRI yang telah menjebol tembok penyembunyian harta-harta yang diduga hasil korupsi di sebuah kafe dan beberapa titik lainnya. Selamat kepada KEJAGUNG yang terus memburu koruptor di BGN dan MBG," tulis Mahfud, Jumat (10/7/2026).

Mahfud menilai tidak ada alasan bagi kedua institusi penegak hukum untuk saling bersaing secara negatif. Sebaliknya, ia mendorong Polri dan Kejagung berlomba mengungkap lebih banyak praktik korupsi yang selama ini tersembunyi.

"Silakan berlomba untuk saling bongkar korupsi, itu bagus untuk pemberantasan korupsi," tegasnya.

Pernyataan Mahfud muncul di tengah sorotan publik terhadap pengungkapan sejumlah aset bernilai fantastis dalam perkara dugaan korupsi, suap, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait pasokan batu bara untuk PLN, Asabri, dan PT Krakatau Steel.

Pada Rabu (8/7/2026), Kortas Tipidkor Polri bersama Polda Metro Jaya menggelar penggeledahan serentak di delapan lokasi. Salah satu temuan paling mencolok berada di Kafe de'Clan Signature, Cipete, Jakarta Selatan.

Di lokasi tersebut, penyidik menemukan brankas besar yang disembunyikan di balik lemari pajangan lantai dua. Brankas itu berisi tumpukan valuta asing berupa dolar Amerika Serikat dan dolar Singapura beserta dokumen transaksi.

Tak hanya itu, penyidik juga membongkar brankas rahasia yang tersembunyi di balik dinding sebuah rumah mewah di kawasan Sentul, Bogor. Dari lokasi tersebut ditemukan sekitar 74 kilogram emas batangan serta uang tunai dengan nilai keseluruhan mencapai Rp476 miliar.

Kasus tersebut semakin menjadi perhatian publik karena salah satu lokasi penggeledahan dikaitkan dengan kediaman seorang pejabat di lingkungan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus). Namun, pejabat yang bersangkutan telah memberikan klarifikasi dan membantah keterlibatan dalam perkara tersebut.

Di sisi lain, Kejagung juga terus memperluas penyidikan dugaan korupsi tata kelola anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Badan Gizi Nasional.

Sejak Juni 2026, penyidik telah menetapkan dan menahan sejumlah tersangka, termasuk mantan Kepala BGN Dadan Hindayana serta Sekretaris Deputi BGN Brigjen (Pol) Lalu Muhammad Iwan.

Penyidikan mengungkap dugaan penyalahgunaan yayasan terafiliasi, rekayasa pengadaan barang, hingga praktik mark-up yang diduga menyebabkan kerugian negara dalam jumlah sangat besar.

Dukungan Mahfud menjadi sinyal bahwa publik berharap momentum pengungkapan korupsi besar tidak berhenti pada penemuan aset ataupun penetapan tersangka semata.

Penegak hukum didorong terus menelusuri aliran dana, memburu pelaku lain yang terlibat, serta memulihkan kerugian negara agar pemberantasan korupsi benar-benar memberikan efek jera.

Topik:

Didin Alkindi

Penulis

Video Terbaru

Mahfud Puji Duel Polri-Kejagung Sikat Koruptor | Monitor Indonesia