Jakarta, MI – Penyidikan dugaan korupsi yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah memasuki babak baru.
Polri menggandeng aparat penegak hukum Amerika Serikat, yakni Federal Bureau of Investigation (FBI) dan United States Secret Service, untuk memverifikasi barang bukti berupa uang tunai dalam berbagai mata uang asing serta emas batangan yang disita dalam perkara tersebut.
Pemeriksaan dilakukan di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya, Selasa (14/7/2026). Tim dari FBI dan Secret Service terlihat berada di lokasi sejak pagi hingga meninggalkan gedung sekitar pukul 12.45 WIB setelah melakukan pemeriksaan terhadap barang bukti.
Keterlibatan dua lembaga penegak hukum Amerika Serikat itu difokuskan pada pengujian keaslian dolar Amerika Serikat dan analisis forensik terhadap barang bukti yang diamankan penyidik. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh barang bukti memenuhi standar pembuktian dalam proses hukum.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan pemeriksaan tidak hanya melibatkan FBI dan Kedutaan Besar Amerika Serikat, tetapi juga Kedutaan Besar Singapura serta Bank Indonesia.
"Ini dilakukan karena barang bukti yang disita terdiri atas uang rupiah, dolar Amerika Serikat, dolar Singapura, hingga emas batangan yang memerlukan verifikasi lintas lembaga untuk memastikan keaslian dan validitasnya sebagai alat bukti," ujar Budi Hermanto.
Barang bukti yang diperiksa merupakan hasil penyitaan dari sejumlah lokasi penggeledahan, termasuk sebuah rumah di kawasan Sentul, sebuah money changer di Cipete, serta beberapa lokasi lain yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.
Selain uang tunai dalam berbagai mata uang, penyidik juga menyita puluhan kilogram emas batangan, dokumen penting, telepon genggam, serta barang bukti lain yang diduga memiliki keterkaitan dengan tindak pidana korupsi yang sedang diusut.
Nilai barang bukti yang berhasil diamankan disebut mencapai ratusan miliar rupiah setelah seluruh mata uang asing dikonversi ke rupiah. Proses verifikasi lintas lembaga ini diharapkan memperkuat pembuktian sebelum perkara dilimpahkan ke tahap penuntutan.
Keterlibatan FBI dan Secret Service menandai adanya pemeriksaan forensik terhadap barang bukti yang memiliki unsur lintas negara, khususnya terkait keaslian mata uang asing dan aset bernilai tinggi yang disita dalam penyidikan kasus dugaan korupsi tersebut.**
