Jakarta, MI– Tren operasi pemanjangan maupun pemendekan tulang kaki di Turki semakin diminati warga asing yang ingin mengubah tinggi badan demi alasan penampilan.
Namun, di balik janji menambah tinggi hingga hampir 10 sentimeter, prosedur tersebut menyimpan risiko serius, mulai dari nyeri berkepanjangan, kerusakan saraf, infeksi, hingga kecacatan permanen.
Operasi ini banyak dipilih oleh pasien yang merasa kurang percaya diri dengan tinggi badannya. Bahkan, sejumlah klinik di Turki menawarkan paket khusus bagi wisatawan medis yang ingin menjalani prosedur tersebut.
Untuk operasi pemanjangan kaki, dokter akan memotong tulang kaki, kemudian memisahkan kedua ujung tulang secara bertahap selama beberapa bulan. Celah yang terbentuk akan diisi jaringan tulang baru sehingga panjang kaki bertambah. Sementara pada operasi pemendekan kaki, sebagian tulang paha diangkat sebelum kedua ujung tulang disambungkan kembali menggunakan batang logam hingga proses penyembuhan selesai.
Kepala ahli bedah yang menjalankan prosedur tersebut, dr. Yunus Oc, mengungkapkan sebagian besar pasiennya adalah laki-laki yang mengalami tekanan psikologis akibat tinggi badan.
"Banyak pasien mengalami masalah mental dalam kehidupan sosial. Setelah tinggi badannya bertambah sekitar 8 hingga 9 sentimeter, mereka merasa jauh lebih percaya diri," ujarnya.
Salah seorang pasien asal Prancis, Bertrand Darnamin, mengaku memutuskan menjalani operasi setelah mengetahui prosedur tersebut dari media sosial.
"Saya melakukannya agar merasa lebih baik terhadap diri sendiri dan lebih percaya diri," katanya.
Meski semakin populer, proses pemulihan operasi ini tidak ringan. Pasien umumnya harus menggunakan kursi roda pada fase awal, menjalani fisioterapi intensif selama berbulan-bulan, serta menghadapi rasa nyeri yang cukup berat. Waktu pemulihan bahkan bisa mencapai enam hingga sembilan bulan, tergantung kondisi pasien dan target perubahan panjang tulang.
National Health Service (NHS) Inggris pun mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap operasi tersebut sebagai prosedur kosmetik biasa.
Direktur Nasional NHS sekaligus ahli bedah ortopedi, Profesor Tim Briggs, menegaskan operasi pemanjangan tulang hanya layak dilakukan bila terdapat kebutuhan medis yang jelas.
"Ini adalah prosedur yang sangat serius dan invasif. Pasien harus menghadapi perawatan selama berbulan-bulan dengan risiko infeksi, kerusakan saraf, pembekuan darah, bahkan kecacatan permanen," tegas Briggs.
Dalam dunia medis, operasi pemanjangan atau pemendekan tulang sebenarnya lebih sering dilakukan untuk menangani limb length discrepancy (LLD), yaitu kondisi ketika panjang kedua kaki berbeda secara signifikan. Ketidakseimbangan tersebut dapat menyebabkan gangguan berjalan, nyeri kronis, hingga menurunkan kemampuan beraktivitas sehingga memerlukan tindakan korektif.
Meningkatnya tren operasi demi alasan estetika menjadi perhatian para ahli kesehatan. Mereka mengingatkan masyarakat agar mempertimbangkan secara matang manfaat dan risiko sebelum memutuskan menjalani prosedur bedah yang kompleks tersebut, karena dampaknya tidak hanya menyangkut penampilan, tetapi juga fungsi tubuh dan kualitas hidup jangka panjang.**
