BREAKINGNEWS

Kopi vs Matcha, Kafein Mana yang Lebih Baik untuk Dikonsumsi ?

Kopi vs Matcha, Kafein Mana yang Lebih Baik untuk Dikonsumsi ?
Kopi vs Matcha, Kafein Mana yang Lebih Baik untuk Dikonsumsi ?
Jakarta, MI - Kira-kira, sumber kafein mana yang sebenarnya lebih baik untuk tubuh, kopi atau matcha? Matcha adalah bubuk teh hijau yang dibuat dari daun teh hijau yang digiling. Seorang ahli diet mengatakan "Matcha lebih basa daripada kopi dengan kandungan kafein yang hampir sama". Karena memiliki tingkat yang lebih rendah dibandingkan pilihan kopi, matcha merupakan yang lebih baik bagi individu dengan perut yang sensitif. "Matcha tidak merugikan, kecuali harga yang mahal untuk jenis berkualitas tinggi serta memerlukan waktu dan energi dalam membuat matcha," imbuh Davar. Matcha juga kaya akan L-theanine, asam amino yang memberikan sejumlah manfaat bagi kesehatan. Studi menunjukkan, asam amino tersebut memberikan efek anti stres pada tubuh. Jika asam amino ini dikombinasikan dengan kafein, energi dan kewaspadaan kita dapat meningkat. Di samping itu, matcha mengandung antioksidan epigallocatechin gallate (EGCE) hampir tiga kali lipat lebih banyak daripada teh hijau lainnya. Satu studi mengungkap, kandungan antioksidan tersebut dapat menetralkan kerusakan akibat radikal bebas serta membantu proses detoksifikasi alami tubuh. Dalam porsi satu cangkir (sekitar 240 mililiter), matcha mengandung kafein sekitar 70 miligram yang mampu meningkatkan energi di pagi hari jika kita sering pusing atau kurang tidur. Tak dapat dipungkiri, kopi adalah salah satu pembangkit energi yang disukai di seluruh dunia. "Kopi tinggi kandungan polifenol, antioksidan, dan kafein yang memicu energi," kata Davar. Manfaat kopi dijelaskan melalui sebuah studi yang dimuat dalam European Journal of Clinical Nutrition . Pada studi tersebut, peneliti menyatukan 676 pria lansia di Eropa selama 10 tahun. Hasilnya, peserta yang menyesap kopi mengalami penurunan fungsi kognitif lebih sedikit daripada mereka yang tidak minum kopi. Menurut para peneliti, penurunan kognitif ditemukan paling sedikit pada pria yang meminum tiga cangkir kopi per hari. Kopi juga mungkin memperpanjang usia seseorang, berdasarkan laporan yang ditulis di Annals of Internal Medicine . "Konsumsi kopi yang lebih tinggi dengan risiko kematian yang lebih rendah, khususnya karena penyakit pencernaan dan peredaran darah," demikian bunyi laporan tersebut. Bahkan, dokter pengobatan fungsional Wendie Trubow mengatakan, kopi dapat memperlancar sistem pencernaan. "Itu jelas, kopi meningkatkan aktivitas di usus kita, yang disebut aktivitas peristaltik," papar dia. Sementara itu, ahli gastroenterologi dan spesialis kesehatan pencernaan Marvin Singh menambahkan, "suhu hangat dari cairan minuman dapat memicu motilitas (aktivitas di bagian usus)." Artinya, manfaat ini kemungkinan tidak hanya terdapat pada kopi, melainkan juga minuman panas lainnya. Terkait kandungan kafein, secangkir kopi hitam menyediakan 96 miligram kafein per 240 mililiter. Kopi atau matcha, mana yang lebih baik? Kopi "teman baik" bagi yang memiliki perut sensitif. "Kopi adalah minuman yang sangat asam, yang bisa menjadi masalah jika dikonsumsi berlebihan atau mereka yang memiliki saluran pencernaan sensitif," kata Davar. Mungkin, kopi yang diseduh dingin ( cold brew ) yang tidak terlalu asam dan kuat lebih cocok untuk mereka yang mendambakan cita rasa kopi namun tidak ingin mengalami gangguan pencernaan. Perlu diketahui, asupan berlebihan juga dapat menyebabkan efek samping seperti yang mengkhawatirkan, dehidrasi, dan kegelisahan. Jika kita cenderung rentan terhadap kecemasan atau stres, minuman yang sifatnya seperti pertandingan tampaknya lebih baik daripada secangkir kopi.   Nah, kalau kamu lebih pilih yang mana diantara kopi dan matcha? Kasih tahu di kolom komentar ya.

Topik:

Venny Carasea

Penulis

Video Terbaru