BREAKINGNEWS

Udara Jakarta Memburuk, Peringkat 4 Terburuk di Dunia

Udara Jakarta Memburuk, Peringkat 4 Terburuk di Dunia
Kualitas Udara Jakarta Terburuk Keempat di Dunia (Foto: Ist)

Jakarta, MI - Kualitas udara di Jakarta kembali memburuk pada Selasa (12/5/2026) pagi. Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 05.30 WIB, Jakarta bahkan menempati peringkat keempat sebagai kota dengan udara terburuk di dunia.

Indeks kualitas udara (AQI) Jakarta berada di angka 134 atau masuk kategori tidak sehat. Sementara itu, konsentrasi polutan PM2.5 mencapai 49 mikrogram per meter kubik.

Kondisi tersebut berisiko bagi kelompok sensitif, seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan. Paparan udara tercemar juga dapat berdampak pada kesehatan manusia, hewan sensitif, hingga memengaruhi kondisi lingkungan.

Melihat kondisi itu, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan. Warga yang tetap beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan masker.

Situs tersebut juga merekomendasikan terkait kondisi udara di Jakarta, yaitu bagi masyarakat sebaiknya menghindari aktivitas di luar ruangan. Jika berada di luar ruangan gunakanlah masker, kemudian menutup jendela untuk menghindari udara luar yang kotor.

Sedangkan kategori baik yakni tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan ataupun nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 0-50.

Kategori sedang menunjukkan kualitas udara yang tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif dan nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 51-100.

Kemudian, kategori sangat tidak sehat berada pada rentang PM2,5 sebesar 200-299 atau kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar. 

Adapun kategori berbahaya (300-500) atau secara umum kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi.

Kota dengan kualitas udara terburuk di dunia ditempati Dhaka, Bangladesh di angka 191, urutan kedua Kinshasa, Democratic Republic of the Congo di angka 167, urutan ketiga Delhi, India di angka 162, dan urutan kelima Wuhan, China di angka 132.

Menghadapi potensi memburuknya kualitas udara saat musim kemarau, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan langkah cepat pengendalian pencemaran udara. Musim kemarau diperkirakan berlangsung mulai awal Mei hingga Agustus mendatang.

Upaya yang dilakukan meliputi peningkatan kualitas sistem pemantau kualitas udara dan uji emisi kendaraan bermotor.

Selain itu, Pemprov DKI juga tengah mengevaluasi Strategi Pengendalian Pencemaran Udara (SPPU) dari berbagai sisi, mulai dari tren PM2.5, beban emisi per sektor hingga dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

Pemprov DKI menilai penanganan polusi udara tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri oleh satu daerah. Karena itu, diperlukan langkah terpadu antarorganisasi perangkat daerah serta kerja sama lintas wilayah penyangga di sekitar Jakarta.

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru

Udara Jakarta Memburuk, Peringkat 4 Terburuk di Dunia | Monitor Indonesia