Jakarta, MI– Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan jumlah pengguna transportasi umum di ibu kota dapat menembus angka 30 persen sebagai kado istimewa bagi Hari Ulang Tahun (HUT) Jakarta yang diperingati bulan ini.
Target tersebut dinilai realistis seiring semakin terintegrasinya layanan transportasi publik dan bertambahnya pilihan moda bagi masyarakat.
Pramono mengungkapkan saat ini tingkat konektivitas antarmoda transportasi di Jakarta telah mencapai sekitar 93 persen. Kehadiran layanan Transjabodetabek juga dinilai memperluas akses masyarakat dari wilayah penyangga menuju pusat aktivitas di Jakarta.
"Kadonya bisa 30 persen, Alhamdulillah," ujar Pramono.
Meski demikian, ia mengakui jumlah pengguna transportasi umum saat ini masih berada di bawah target tersebut. Menurutnya, sebagian besar warga masih memilih menggunakan kendaraan pribadi untuk beraktivitas sehari-hari.
Pramono optimistis kondisi itu akan berubah. Selain jaringan transportasi yang semakin terhubung, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) diperkirakan mendorong masyarakat beralih ke moda transportasi umum yang lebih ekonomis dan efisien.
Untuk mempercepat peralihan tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga membuka peluang memperluas program transportasi gratis bagi kelompok masyarakat tertentu. Saat ini terdapat 15 golongan yang telah menikmati fasilitas transportasi publik gratis.
"Kemungkinan akan kita tambah golongannya, akan kita gratiskan. Karena supaya subsidi silangnya lebih adil. Bagi yang tidak mampu gratis, sedangkan yang mampu membayar sedikit lebih tinggi," kata Pramono.
Di sisi lain, Pemprov DKI juga tengah mengkaji penyesuaian tarif Transjabodetabek. Namun Pramono menegaskan kebijakan tersebut akan dilakukan secara hati-hati agar tidak membebani masyarakat dan justru membuat warga kembali menggunakan kendaraan pribadi.
Menurutnya, skema tarif berbasis jarak menjadi salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan. Dengan sistem tersebut, tarif dapat disesuaikan secara lebih proporsional sesuai kebutuhan perjalanan pengguna.
"Tidak semua rute Transjabodetabek kenaikannya akan tinggi. Sebagai gubernur, saya harus mempertimbangkan kemampuan masyarakat dalam kondisi saat ini," tegasnya.
Pemprov DKI Jakarta berharap peningkatan kualitas layanan, integrasi transportasi yang semakin baik, serta kebijakan tarif yang berpihak kepada masyarakat dapat mendorong lebih banyak warga meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi umum.**

