BREAKINGNEWS

Jakfest Vol.500 Sepi, Ratusan UMKM Merugi: Janji Pesta Besar Berujung Lapak Kosong

Jakfest Vol.500 Sepi, Ratusan UMKM Merugi: Janji Pesta Besar Berujung Lapak Kosong
Suasana ratusan pedagang UMKM yang kecewa atas gelaran bazar yang bertajuk "Jakfest Vol.500 5 Abad dalam 3 Hari" di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. [Foto: Doc. MI]

Jakarta, MI – Alih-alih menjadi pesta rakyat yang menguntungkan pelaku usaha kecil, gelaran bazar yang bertajuk "Jakfest Vol.500 5 Abad dalam 3 Hari" di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, justru meninggalkan kekecewaan mendalam bagi ratusan pedagang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ikut berpartisipasi. 

Kegiatan yang disebut-sebut digagas oleh Bazar Jakarta.ID, selama tiga hari penyelenggaraan dari 12-14 Juni 2026, suasana yang dijanjikan meriah ternyata jauh dari kenyataan.

Banyak pedagang mengaku hanya bisa menatap lapak mereka yang sepi, sementara biaya sewa stan, bahan baku, hingga ongkos operasional terus membengkak. 

"Kami datang dengan harapan bisa berjualan ramai. Yang terjadi justru sebaliknya. Dagangan banyak yang tidak laku, sementara biaya terus berjalan," kata Nathalia, salah satu penjual air tebu kepada monitorindonesia.com, Minggu (14/6/2026). 

Nathalie mengaku mengeluarkan Rp 3 juta, untuk menyewa stan. Ia tertarik bergabung karena promosi acara menjanjikan deretan hiburan, konser musik, kehadiran pejabat, hingga berbagai kegiatan yang diyakini mampu menarik massa.

"Kenyataan di lapangan berbeda. Pengunjung yang datang jauh dari harapan. Bahkan, menurutnya, omzet harian tak mencapai Rp 200 ribu," jelasnya.

Kekecewaan juga semakin bertambah, ketika para peserta mengetahui jumlah tenant yang membludak hingga ratusan lapak. Persaingan menjadi sangat ketat, sementara arus pengunjung nyaris tak terlihat.

Akibatnya, banyak produk makanan yang akhirnya terbuang karena tidak terjual. Menurutnya, persoalan tidak hanya soal sepinya pembeli. Ia juga menyoroti perubahan lokasi tenant, yang disebut tidak sesuai dengan kesepakatan awal saat pemesanan stan.

"Posisi lapak berubah-ubah. Banyak peserta merasa tidak mendapatkan lokasi seperti yang dijanjikan sebelumnya," ungkapnya.

Ia menilai, acara yang dipromosikan sebagai perayaan besar ulang tahun Jakarta itu, gagal menghadirkan keramaian yang dijanjikan. 

Bahkan sebagian besar orang yang terlihat di area acara tersebut, hanyalah warga yang memang sedang berolahraga atau beraktivitas rutin di sekitar Lapangan Banteng. Bagi para pelaku UMKM, kerugian yang mereka alami bukan sekadar soal angka.

Mereka merasa telah menaruh kepercayaan dan modal, pada sebuah acara yang dipromosikan besar-besaran, tetapi tidak mampu menghadirkan hasil yang sepadan. Sementara itu, para pedagang masih menunggu jawaban atas satu pertanyaan sederhana: ke mana perginya keramaian yang dijanjikan?.

Hingga kini, pihak penyelenggara belum memberikan penjelasan resmi terkait berbagai keluhan, yang disampaikan para peserta. 

Topik:

Reina Laura

Penulis

Video Terbaru

Jakfest Vol.500 Sepi, Ratusan UMKM Merugi: Janji Pesta Besar | Monitor Indonesia