Jakarta, MI– Aparat kepolisian mulai memperketat pengamanan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, menjelang aksi demonstrasi mahasiswa dan sejumlah elemen masyarakat yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (15/6/2026).
Sejumlah kendaraan taktis Korps Brimob, motor trail, serta ratusan personel keamanan telah disiagakan di sejumlah titik strategis.
Pantauan di lokasi sekitar pukul 13.28 WIB menunjukkan aktivitas masyarakat masih berjalan normal. Arus lalu lintas di sekitar Bundaran HI terpantau ramai namun tetap lancar, sementara warga masih beraktivitas di area pedestrian dan Halte Transjakarta Bundaran HI Astra.
Meski situasi relatif kondusif, aparat terlihat memperkuat pengamanan dengan menempatkan personel di sejumlah titik akses menuju kawasan Bundaran HI. Kendaraan taktis Brimob tampak terparkir di sekitar pos polisi Thamrin dan kawasan putaran depan halte Transjakarta.
Selain kendaraan taktis, puluhan motor trail milik kepolisian juga disiagakan untuk mendukung mobilitas personel di lapangan. Beberapa titik pengamanan utama berada di depan Plaza Indonesia, sekitar Bundaran HI, serta jalur-jalur yang diperkirakan menjadi titik kumpul massa aksi.
Langkah pengamanan ini dilakukan menyusul rencana aksi demonstrasi yang akan digelar berbagai organisasi mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil di pusat ibu kota. Sebelumnya, kepolisian telah memastikan pengamanan unjuk rasa dilakukan tanpa membekali personel dengan senjata api.
Di sisi lain, aparat juga mulai melakukan pengaturan lalu lintas di sejumlah ruas jalan menuju Bundaran HI. Penutupan dan penyekatan arus kendaraan di beberapa titik telah disiapkan guna mengantisipasi pergerakan massa dan mencegah kemacetan yang lebih parah.
Kehadiran kendaraan taktis dan personel gabungan di kawasan Bundaran HI menjadi sinyal kuat bahwa aparat tidak ingin kecolongan dalam mengantisasi potensi eskalasi massa. Meski demikian, hingga siang hari situasi masih terkendali dan aktivitas masyarakat di jantung ibu kota tetap berlangsung normal.
Aksi demonstrasi mahasiswa hari ini diketahui membawa berbagai isu nasional, mulai dari kebijakan pendidikan, harga BBM, program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga tuntutan perbaikan tata kelola pemerintahan. Pemerintah dan aparat keamanan pun bersiaga menghadapi kemungkinan membesarnya konsentrasi massa di pusat Jakarta.**

