BREAKINGNEWS

Pramono Rangkul Pengkritik, Pemprov DKI Gelar Haul Akbar Betawi Perdana

Pramono Rangkul Pengkritik, Pemprov DKI Gelar Haul Akbar Betawi Perdana
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

Jakarta, MI– Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menggelar Haul Akbar Habaib dan Alim Ulama Betawi untuk pertama kalinya pada Jumat (19/6/2026). 

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan acara tersebut bukan sekadar kegiatan keagamaan, melainkan bagian dari upaya memperkuat identitas Betawi sekaligus merawat persatuan di tengah wajah Jakarta yang semakin majemuk.

Menariknya, Pramono menyatakan dirinya siap hadir dan duduk satu meja dengan tokoh-tokoh yang selama ini dikenal sebagai pengkritik bahkan demonstran terhadap kebijakannya.

"Saya akan duduk dengan tokoh-tokoh yang dulu mengkritisi, mendemo saya terus-menerus. Enggak apa-apa. Itu adalah bagian bagaimana kita bisa bersatu dengan siapa saja," kata Pramono saat menjadi pembicara utama dalam Indonesia Summit di Jakarta Selatan, Kamis (18/6/2026).

Menurut Pramono, pembangunan Jakarta tidak hanya berbicara soal jalan, transportasi, atau gedung pencakar langit. Yang tak kalah penting adalah memastikan masyarakat Betawi sebagai tuan rumah memiliki posisi yang kuat dan terhormat di kota yang kini berstatus Daerah Khusus Jakarta.

Ia mengakui, menyelesaikan persoalan yang berkaitan dengan manusia, budaya, dan kepentingan sosial jauh lebih sulit dibanding membangun infrastruktur fisik.

"Ternyata menyangkut manusia itu lebih susah daripada fisik. Dan alhamdulillah sudah 99 persen selesai, kurang satu persen. Tetapi saya pengen 100 persen. Dan saya yakin pasti akan selesai," ujarnya.

Pramono mengatakan, penguatan identitas Betawi merupakan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong konsolidasi berbagai elemen masyarakat Betawi agar lebih solid dan bersatu.

"Jakarta akan mempunyai wajah Betawinya yang lebih solid, bersatu, dan mudah-mudahan akan segera diselesaikan," tegasnya.

Selain memperkuat akar budaya Betawi, Pramono juga menyoroti perubahan wajah Jakarta yang semakin terbuka terhadap keberagaman. Menurutnya, berbagai perayaan budaya dan keagamaan kini dapat hadir di ruang publik ibu kota tanpa sekat.

"Enggak pernah ada dulu yang namanya di Sudirman-Thamrin ada Christmas Carol kolosal, ada Imlek, ada Waisak, ada Penjor, ada Ogoh-ogoh. Itulah wajah Jakarta sekarang ini yang begitu colorful," kata Pramono.

Haul Akbar Habaib dan Alim Ulama Betawi yang diperkirakan dihadiri sekitar 2.000 jamaah itu mengusung tema "Memperkuat Harmoni Keagamaan di Tengah Keberagaman, Transformasi Jakarta Menuju Kota Global."

Melalui acara tersebut, Pemprov DKI ingin mengirim pesan bahwa pembangunan Jakarta sebagai kota global tidak boleh menghilangkan akar budaya lokal. Sebaliknya, modernisasi harus berjalan seiring dengan penguatan identitas Betawi dan semangat persatuan seluruh elemen masyarakat ibu kota.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Pramono Rangkul Pengkritik, Pemprov DKI Gelar Haul Akbar Bet | Monitor Indonesia