BREAKINGNEWS

Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Padam Meski Sudah Lima Hari

Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Padam Meski Sudah Lima Hari
Kebakaran TPA Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang (Foto: Dok. BNPB)

Jakarta, MI - Memasuki hari kelima, kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, masih belum berhasil dipadamkan. Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Diaz Faizal Malik Hendropriyono mengungkap sejumlah kendala yang membuat proses penanganan api berjalan tidak maksimal.

Saat meninjau lokasi pada Sabtu (4/7/2026), Diaz mengatakan salah satu tantangan utama adalah proses pemantauan sumber api yang masih sulit dilakukan.

"Ada beberapa tantangan yang kami diskusikan untuk penyelesaiannya. Pertama, masalah monitoring," ujar Diaz.

Bersama sejumlah pemangku kepentingan, pihaknya membahas pemanfaatan thermal drone untuk memetakan titik panas (hotspot) yang menjadi sumber kebakaran. Namun, rencana tersebut terkendala karena lokasi TPA berada di dekat bandara sehingga lalu lintas pesawat cukup padat.

Akibatnya, pengoperasian drone hanya bisa dilakukan pada waktu-waktu tertentu. Di luar itu, petugas pemadam kebakaran bersama operator ekskavator masih harus mencari titik api secara manual.

"Kami sudah meminta koordinasi dengan pihak bandara dan TNI AU agar pemantauan drone bisa dilakukan secara berkala," kata Diaz. 

Upaya pemadaman melalui Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan juga belum bisa dijalankan. Menurut Diaz, kondisi cuaca di sekitar TPA masih terlalu cerah sehingga belum memungkinkan dilakukan penyemaian garam.

"Berdasarkan informasi BMKG, kemungkinan besok akan ada hujan ringan sehingga TMC mungkin bisa dilakukan," jelasnya.

Sementara itu, pemadaman dari udara menggunakan helikopter water bombing MI-8AMT milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga belum efektif, meski masih terus dilakukan. 

Untuk memperkuat penanganan, Kementerian LHK mengerahkan 30 personel Manggala Agni dari Jawa Barat dan Sulawesi. 

Tim Manggala Agni menerapkan teknik injeksi air langsung ke bagian bawah tumpukan sampah. Namun, metode tersebut juga menghadapi kendala teknis karena membutuhkan air bersih agar pipa injeksi tidak tersumbat.

"Kendala teknisnya adalah air yang digunakan harus bersih, tidak boleh tercampur lumpur agar pipa injeksi tidak tersumbat. Kami sudah berkoordinasi dengan PDAM untuk penyediaan air bersih tersebut," ungkap Diaz.

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru

Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Padam Meski Sudah Lima Hari | Monitor Indonesia