Jakarta, MI– Aksi tawuran yang diduga akan terjadi di kawasan Pesakih, Cengkareng, Jakarta Barat, berhasil digagalkan aparat kepolisian saat menggelar Patroli Perintis Presisi pada Sabtu (4/7/2026). Dalam operasi tersebut, tujuh remaja diamankan dalam dua peristiwa berbeda, dengan barang bukti berupa narkotika jenis sinte, senjata tajam, hingga petasan.
Kasat Samapta Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Eko Adi Setiawan, mengatakan patroli dilakukan sebagai upaya mencegah aksi tawuran dan kejahatan jalanan yang kerap terjadi pada malam hingga dini hari.
Saat menyisir kawasan Pesakih, petugas mencurigai sebuah sepeda motor yang ditumpangi tiga remaja berinisial NAR, NAJ, dan DP. Setelah dihentikan dan diperiksa, polisi menemukan empat plastik klip berisi barang yang diduga narkotika jenis sinte yang disembunyikan di dalam dasbor sepeda motor.
"Dari hasil pemeriksaan ditemukan empat plastik klip berisi barang yang diduga narkotika jenis sinte yang disembunyikan di dalam dasbor sepeda motor," kata Eko, Minggu (5/7/2026).
Selain paket sinte, polisi turut mengamankan dua unit telepon genggam, satu sepeda motor, serta uang tunai sebesar Rp50.000 sebagai barang bukti.
Tidak lama berselang, Tim Perintis Presisi kembali bergerak membubarkan sekelompok remaja yang diduga hendak melakukan tawuran di lokasi yang sama. Empat remaja berinisial RA, FF, AK, dan RS diamankan setelah kedapatan membawa senjata tajam.
Dari tangan mereka, polisi menyita satu bilah celurit, satu unit telepon genggam, dan satu buah petasan yang diduga akan digunakan dalam aksi tawuran.
Seluruh remaja beserta barang bukti kemudian dibawa ke Polsek Cengkareng untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolsek Cengkareng AKP Rahis Fadhlillah membenarkan penyerahan ketiga remaja yang diduga membawa sinte serta empat remaja yang diduga hendak terlibat tawuran.
Menurut Rahis, penyidik masih mendalami kepemilikan barang bukti sinte yang ditemukan pada tiga remaja tersebut. Sementara itu, pemeriksaan terhadap empat remaja lainnya difokuskan untuk mengungkap peran masing-masing dalam rencana aksi tawuran.
"Kami masih melakukan pendalaman terkait kepemilikan barang bukti narkotika tersebut. Sedangkan terhadap pelaku tawuran, penyidik masih memeriksa peran masing-masing," ujar Rahis.**
