Jakarta, MI – Fenomena sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta yang mendadak memasang pagar tinggi terus menuai perhatian. Setelah memicu beragam spekulasi di masyarakat, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menduga langkah tersebut dilakukan semata-mata sebagai upaya meningkatkan aspek keamanan.
Ketua Umum Apindo Shinta Kamdani mengatakan pihaknya belum memperoleh penjelasan langsung dari para pemilik mal. Namun, menurutnya, pemasangan pagar kemungkinan besar merupakan bentuk kewaspadaan masing-masing pengelola dalam menjaga keamanan kawasan usahanya.
"Kemungkinan lebih kepada alasan keamanan. Saya memang belum berbicara langsung dengan para pemilik mal, tetapi bisa saja itu merupakan kebijakan masing-masing untuk mengantisipasi berbagai situasi," ujarnya di Jakarta.
Shinta menegaskan pemasangan pagar merupakan hak setiap pengelola gedung. Selain itu, ia menilai kebijakan tersebut tidak dilakukan oleh seluruh pusat perbelanjaan di Jakarta, sehingga tidak bisa digeneralisasi sebagai langkah bersama industri mal.
Meski demikian, Apindo mengaku akan menelusuri lebih jauh alasan di balik kebijakan tersebut. Hingga kini, organisasi pengusaha itu juga belum menerima laporan adanya persoalan khusus yang memaksa pengembang atau pengelola mal memperketat sistem pengamanan.
Fenomena pagar tinggi ini sebelumnya mendapat perhatian Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Ia meminta agar pagar-pagar yang baru dipasang atau ditinggikan di sejumlah mal dan perkantoran dibongkar karena dinilai mencerminkan kekhawatiran yang berlebihan terhadap situasi keamanan di ibu kota.
Menurut Pramono, ruang publik seharusnya tetap terbuka dan nyaman diakses masyarakat. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga memastikan akan berkoordinasi dengan pengelola gedung agar kebijakan pengamanan tidak mengurangi keterbukaan kawasan perkotaan.
Munculnya pagar-pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan belakangan menjadi sorotan publik karena memunculkan pertanyaan mengenai persepsi keamanan di Jakarta. Hingga kini belum ada penjelasan resmi dari para pengelola mal mengenai alasan spesifik pemasangan pagar tersebut, sehingga spekulasi di masyarakat masih terus berkembang.**
