BREAKINGNEWS

DKI Siapkan Peternakan 5.000 Sapi, Tekan Ketergantungan Daging Impor

DKI Siapkan Peternakan 5.000 Sapi, Tekan Ketergantungan Daging Impor
Peternakan sapi

Jakarta, MI– Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai menyiapkan langkah serius untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan daging sapi impor, terutama dari Australia.

Ketergantungan tersebut dinilai menjadi kerentanan bagi Jakarta ketika nilai tukar rupiah melemah dan ekonomi global bergejolak. Kondisi itu berpotensi langsung mendorong kenaikan harga daging di pasar domestik.

Untuk mengantisipasinya, Perumda Dharma Jaya menyiapkan kawasan peternakan terpadu di lahan seluas 20 hektare di Ciangir, Tangerang.

Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman mengatakan kawasan tersebut akan dikembangkan dengan konsep integrated farming. Fasilitas yang disiapkan mencakup penggemukan sapi berkapasitas hingga 5.000 ekor.

“Mulai dari fasilitas penggemukan berkapasitas 5.000 ekor sapi hidup, pabrik pakan, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), hingga rumah potong hewan dan cold storage,” kata Raditya dalam diskusi publik yang dipandu Moh Gunawan Abdillah di Studio EZY TV, dikutip Selasa (11/8/2026).

Pengembangan kawasan tersebut tidak hanya diarahkan untuk memperkuat pasokan daging Jakarta. Dharma Jaya juga menyiapkan penguatan ekosistem peternakan melalui pemanfaatan lahan di wilayah Serang sebagai pusat pembinaan peternak lokal.

Langkah itu dinilai penting karena peternak lokal masih menghadapi persoalan produktivitas dan kualitas sapi akibat perbedaan standar pakan serta pola perawatan di tingkat peternak tradisional.

Dharma Jaya berupaya mengatasi persoalan tersebut melalui standardisasi pakan dan pemeliharaan. Dengan sistem yang lebih terukur, kualitas dan produktivitas sapi lokal diharapkan meningkat sehingga mampu memenuhi kebutuhan pasar secara lebih konsisten.

Strategi tersebut sekaligus diarahkan untuk memangkas porsi impor daging secara bertahap. Jakarta tidak ingin kebutuhan pangan strategis terlalu bergantung pada kondisi pasar global dan pergerakan nilai tukar rupiah.

“Dengan standarisasi ini, diharapkan persentase importasi daging secara bertahap dapat diturunkan,” demikian rencana yang disampaikan dalam diskusi tersebut.

Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD DKI Jakarta Jupiter turut hadir sebagai narasumber dalam diskusi tersebut.

Pengembangan peternakan terpadu ini menjadi bagian dari upaya membangun rantai pasok daging yang lebih kuat, mulai dari pembibitan dan penggemukan, pakan, pemotongan, hingga penyimpanan.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

DKI Siapkan Peternakan 5.000 Sapi, Tekan Ketergantungan Daging Impor | Monitor Indonesia