Tol Japek Padat Sejak Pagi, Contraflow Diberlakukan

Jakarta, MI - Arus mudik Lebaran 2026 mulai terasa di ruas Tol Jakarta-Cikampek (Japek). Sejak Rabu pagi (18/3/2026), kepadatan kendaraan sudah terlihat di sejumlah titik. Petugas pun harus menerapkan rekayasa lalu lintas untuk mengurai antrean.
Lonjakan volume kendaraan menjadi pemicu utama kemacetan, terutama di jalur menuju Cikampek. Berdasarkan laporan Jasa Marga, kepadatan terpantau di sekitar Cikarang hingga Karawang sejak pukul 08.07 WIB.
Untuk mengatasi kondisi ini, contraflow diberlakukan dari ruas Cikarang Pusat KM 36+900 hingga Cikampek Utama KM 70. Pengendara diimbau untuk tetap tertib dan mengikuti arahan petugas, seperti dikutip dari keterangan resmi Jasa Marga.
Rekayasa lalu lintas diperluas dengan sistem satu arah (one way) dari Cikampek Utama KM 70 hingga Semarang Barat KM 421. Skema ini dikhususkan bagi kendaraan menuju Solo dan Surabaya, sebagai respons terhadap peningkatan arus kendaraan jarak jauh.
Fasilitas penunjang seperti rest area Karawang Timur KM 57 arah Cikampek juga terdampak, dengan sistem buka-tutup situasional untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan. Pengguna jalan disarankan memanfaatkan rest area berikutnya untuk menghindari kepadatan.
Selain itu, Jasa Marga mengimbau pengguna jalan dari arah berlawanan agar lebih waspada, terutama di ruas KM 70 Cikampek Utama hingga KM 36+900 Cikarang Pusat. Pasalnya, terdapat lajur contraflow di sisi kanan jalan yang berpotensi meningkatkan risiko jika tidak diantisipasi.
Penerapan contraflow hingga one way ini menunjukkan peningkatan signifikan volume kendaraan pada fase awal arus mudik tahun ini. Tekanan lalu lintas diperkirakan terus meningkat menjelang puncak perjalanan Lebaran.
Sebelumnya, Jasa Marga mencatat 990.506 kendaraan meninggalkan Jabotabek pada H-10 hingga H-5 libur Idul Fitri 1447 H/Lebaran 2026. Angka ini merupakan kumulatif dari empat Gerbang Tol (GT) Utama: GT Cikampek Utama (Trans Jawa), GT Kalihurip Utama (Bandung), GT Cikupa (Merak), dan GT Ciawi (Puncak).
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A Purwantono, mengungkapkan bahwa volume kendaraan tersebut meningkat 13,6% dibandingkan kondisi normal yang tercatat sekitar 871.629 kendaraan.
Dari sisi distribusi, mayoritas kendaraan bergerak ke arah timur menuju Trans Jawa dan Bandung dengan total 479.899 kendaraan atau sekitar 48,5%. Sementara itu, 303.113 kendaraan (30,6%) mengarah ke barat menuju Merak, dan 207.494 kendaraan lainnya (20,9%) bergerak ke selatan menuju kawasan Puncak.
Topik:
