Hadapi Kemarau 2026, Kementan dan Jabar Perkuat Irigasi demi Selamatkan Pangan
.webp)
Jakarta, MI - Pemerintah mempercepat langkah antisipatif menghadapi potensi musim kemarau panjang 2026 dengan memperkuat sektor pertanian, khususnya di Jawa Barat sebagai salah satu penopang utama produksi padi nasional.
Fokus utama diarahkan pada ketersediaan air dan dukungan benih guna menjaga produktivitas di tengah ancaman kekeringan.
Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengambil langkah strategis untuk menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung mulai April hingga Oktober 2026. Upaya ini dilakukan guna memastikan produksi padi tetap optimal serta menjaga stabilitas pasokan pangan nasional.
Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, Jawa Barat memiliki luas baku lahan sawah sekitar 900.772 hektare dan memegang peran penting dalam menjaga produksi beras nasional.
Sementara itu, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi musim kemarau tahun ini berpotensi lebih panjang dan kering, terutama di wilayah Indonesia bagian barat dan selatan.
Menghadapi kondisi tersebut, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, mulai dari penguatan jaringan irigasi pertanian, optimalisasi irigasi perpompaan, penyediaan bantuan pompa air, hingga optimasi lahan non-rawa.
Selain itu, penyaluran bantuan benih padi juga terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga produktivitas pertanian di tengah tekanan perubahan iklim.
Sebagai bentuk penguatan koordinasi di lapangan, Kepala Dinas Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat bersama jajaran terkait menggelar rapat koordinasi peningkatan fungsi jaringan irigasi di Kabupaten Garut dan Bandung pada Rabu, 25 Maret 2026. Rapat tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan kesiapan infrastruktur dan sumber daya pendukung.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah telah menyiapkan langkah komprehensif untuk menghadapi musim kemarau, dengan menitikberatkan pada penguatan sistem irigasi dan pompanisasi.
“Air adalah faktor kunci. Karena itu, penguatan irigasi, pompanisasi, dan dukungan benih harus berjalan bersamaan agar petani tetap bisa berproduksi secara optimal,” ujar Amran dikutip Jumat (27/3/2026).
Melalui langkah yang terkoordinasi ini, pemerintah berharap ketersediaan air bagi sektor pertanian tetap terjaga sehingga produksi dan produktivitas padi di Jawa Barat dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan, meski di tengah tantangan perubahan iklim.
Topik:
