Aksi May Day Geser ke Monas, Buruh Siap Suarakan Tuntutan di Hadapan Presiden

Jakarta, MI - Rencana aksi buruh pada peringatan Hari Buruh atau May Day 1 Mei mendatang mengalami perubahan lokasi. Jika sebelumnya dijadwalkan berlangsung di depan Gedung DPR RI, aksi tersebut kini akan bergeser ke Monas bersama Presiden Prabowo Subianto.
Perubahan ini disampaikan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, dalam konferensi pers daring pada Rabu (29/4/2026).
Menurut Said, keputusan memindahkan lokasi aksi diambil setelah Presiden Prabowo bersedia memenuhi permintaan KSPI untuk bertemu dan berdiskusi, yang dilakukan pada Selasa (28/4/2026).
"Ada alasan mengapa KSPI memindahkan rencana aksi May Day 1 Mei 2026 yang rencana awal di depan gedung DPR RI, diubah menjadi ke Monas Jakarta adalah karena Presiden Prabowo mengiyakan kami untuk bertemu dan berdiskusi," ujar Said.
Dalam pertemuan tersebut, KSPI membawa 11 isu dan harapan kepada Presiden, pihaknya mengatakan ada beberapa isu yang sedang dalam pertimbangan untuk dikabulkan.
"Kami membawakan 11 isu dan harapan buruh untuk diskusi bersama Presiden, dan akhirnya rencana diskusi tersebut dikabulkan sebelum 1 Mei mendatang," kata Said.
Selain itu, pemindahan lokasi aksi ke Monas juga didorong keinginan buruh agar sejumlah isu penting bisa dijawab langsung oleh Presiden saat peringatan May Day.
"Alasan yang kedua mengapa aksi May Day KSPI dipindahkan dari DPR ke Monas Jakarta adalah dari 11 isu dan harapan, ada beberapa isu yang krusial yang sangat penting bagi buruh Indonesia harus dijawab dan ditegaskan oleh Bapak Presiden, yang tentunya ini adalah progres atau tindak lanjut dari permintaan, harapan, dan isu yang dibawa oleh KSPI tersebut," ungkapnya.
Ia juga memperkirakan aksi May Day di Monas akan dihadiri ratusan ribu buruh. Sekitar 50.000 di antaranya diperkirakan datang dari Jabodetabek, Karawang, Purwakarta, Subang, Bandung Raya, dan sebagian Cirebon Raya.
"Akan ada 50.000 massa buruh dari Jabodetabek, Karawang, Purwakarta, Subang, Bandung Raya, dan sebagian Cirebon Raya," ucapnya.
Selain di Monas, aksi May Day juga akan digelar di berbagai daerah, seperti Bandung, Serang, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Medan, Banda Aceh, Lampung, Batam, Bengkulu, Palembang, Banjarmasin, Samarinda, Pontianak, Makassar, Manado, Kendari, Konawe, Ambon, Ternate, Mataram, Lombok, Kupang, dan beberapa kota besar di Papua.
"Jadi aksi perayaan May Day KSPI yang didukung oleh Partai Buruh menyebar di 38 provinsi dan lebih dari 350 kabupaten/kota," jelasnya.
Said juga mengimbau para buruh yang akan turun aksi agar tetap menjaga ketertiban dan mengedepankan sikap damai.
"Perlu ditegaskan dan sekaligus dihimbau kepada para buruh anggota KSPI dan Partai Buruh, serta buruh-buruh lainnya di seluruh Indonesia, untuk mengikuti perayaan May Day dengan penuh sukacita dan semangat perjuangan dengan damai, wajib tertib, tidak boleh anarkis, dan tidak boleh pakai kekerasan, hormati kepentingan rakyat yang lain," pungkasnya.
Topik:
