Presiden Prabowo Siap Hadiri Peringatan Hari Buruh di Monas

Jakarta, MI - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir dalam peringatan Hari Buruh atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Momentum yang diperingati setiap 1 Mei ini merupakan simbol perjuangan hak pekerja di tingkat internasional, dan telah ditetapkan sebagai hari libur nasional sejak 2013.
Menjelang perayaan tersebut, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Muhammad Qodari, menegaskan komitmen pemerintahan Prabowo dalam mendorong kesejahteraan buruh.
Menurut Qodari, kesejahteraan pekerja dan kesehatan sektor usaha bukanlah dua hal yang bertentangan, melainkan saling berkaitan dalam satu tujuan yang sama.
Ia menekankan bahwa negara hadir tidak hanya sebagai pelindung tenaga kerja, tetapi juga penjaga keberlanjutan lapangan kerja.
"Sebagai bentuk komitmen tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto diagendakan hadir pada puncak peringatan Hari Buruh Nasional 2026 yang akan diselenggarakan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta," ujar Qodari di Kantor Bakom, Jakarta, pada Rabu (29/4/2026), dikutip dari keterangan pers.
Ia juga menegaskan, pemerintah berdiri bersama buruh. “Pemerintah ingin menegaskan satu hal, bahwa posisi pemerintah bukan berhadapan dengan buruh, melainkan berdiri bersama buruh,” ungkap Qodari.
Qodari menambahkan, pemerintah memahami berbagai kekhawatiran yang dirasakan para pekerja menjelang May Day, mulai dari ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK), tekanan biaya hidup, hingga ketidakpastian ekonomi.
“Pemerintah mencatat dan memahami keresahan ini,” ucap Qodari.
Partai Buruh dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) memastikan peringatan May Day 2026 akan digelar di Monas, Jakarta Pusat.
Sebelumnya, kegiatan Hari Buruh tersebut sempat direncanakan berlangsung di depan Kompleks MPR/DPR/DPD di Senayan.
Dalam perayaan di Monas nanti, Partai Buruh dan KSPI akan mengerahkan sekitar 50 ribu massa. Perkiraan total massa Partai Buruh, KSPI, dan serikat pekerja lain adalah 100 ribu orang.
Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menjelaskan bahwa perubahan lokasi ini diputuskan setelah dirinya bersama perwakilan KSPI bertemu dengan Presiden Prabowo pada Selasa (28/4/2026). Pertemuan itu disebut menjadi titik penting dalam penyesuaian rencana aksi.
"Sebelum 1 Mei, KSPI dan Partai Buruh telah meminta waktu untuk bertemu dengan presiden, dan permintaan tersebut dikabulkan," jelas Said dalam keterangan tertulis, Rabu (29/4/2026).
Dalam pertemuan tersebut, pihaknya menyampaikan 11 isu atau harapan buruh, salah satunya adalah perayaan tidak boleh berlaku sekadar seremonial.
Said mengatakan, Hari Buruh adalah momentum untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan buruh secara langsung kepada pemangku kebijakan.
"Dari 11 isu yang kami sampaikan, ada beberapa yang langsung mendapat respons dan penegasan dari Presiden," pungkas Said.
Topik:
