BREAKINGNEWS

Kekayaan Pemilik Taksi Green SM Tembus Rp614 Triliun, Masuk Daftar Terkaya Dunia

Kekayaan Pemilik Taksi Green SM Tembus Rp614 Triliun, Masuk Daftar Terkaya Dunia
Harta Kekayaan Pemilik Taksi listrik Green SM, Pham Nhat Vuong Tembus Rp614 Triliun (Foto: Istimewa)

Jakarta, MI - Kekayaan pemilik taksi Green SM menjadi sorotan setelah insiden kecelakaan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026).

Pemilik Green SM diketahui adalah Pham Nhat Vuong. Mengacu pada data real time billionaires Forbes per Rabu (29/4/2026), total kekayaannya mencapai USD35,7 miliar atau sekitar Rp614 triliun (dengan asumsi kurs Rp17.200 per dolar AS).

Dengan jumlah tersebut, pria berusia 57 tahun itu menempati peringkat ke-62 dalam daftar orang terkaya dunia versi Forbes 2026. Ia juga tercatat sebagai orang terkaya di Vietnam sekaligus di kawasan Asia Tenggara versi Forbes 2026.

Green SM, yang juga dikenal sebagai Xanh SM, merupakan salah satu lini bisnis milik Pham Nhat Vuong. Perusahaan ini merupakan penyedia layanan transportasi daring berbasis listrik yang terafiliasi dengan GSM (Smart and Green Mobility Joint Stock Company).

Di bawah bendera Vingroup, perusahaan ini mulai merambah pasar Indonesia pada 2024, setelah sebelumnya menggelar uji coba gratis di Jakarta hingga akhir tahun yang sama.

Profil Pham Nhat Vuong

Pham Nhat Vuong menempuh pendidikan di Rusia dan memulai bisnis mi instan yang sempat populer di Ukraina pada era 1990-an, sebelum akhirnya kembali ke Vietnam. 

Saat ini, Pham menjabat sebagai Chairman Vingroup, salah satu konglomerasi terbesar di Vietnam yang memiliki berbagai lini bisnis seperti properti, ritel, layanan kesehatan hingga transportasi.

Sejumlah bisnis utama grup ini antara lain produsen kendaraan listrik VinFast, pengembang properti Vinhomes, dan jaringan hotel Vinpearl. VinFast telah menjadi produsen kendaraan listrik terbesar di Vietnam dan memiliki pabrik di Indonesia dan India.

Pada 2023, VinFast melantai di bursa melalui pencatatan SPAC di Nasdaq. Sementara itu, Vinpearl resmi tercatat di Bursa Efek Ho Chi Minh pada Mei 2025.

Selain itu, Vingroup juga memiliki operator pengisian daya bernama V-Green, yang dipisahkan dari VinFast pada 2024. Perusahaan ini tengah menggelontorkan investasi lebih dari USD 400 juta dalam dua tahun ke depan untuk membangun infrastruktur pengisian daya di seluruh Vietnam.

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru

Kekayaan Pemilik Taksi Green SM Tembus Rp614 Triliun | Monitor Indonesia