Kecelakaan Beruntun di Padang Besi, Zigo Rolanda: Peringatan Manajemen Transportasi Sumbar

Padang, MI - Insiden kecelakaan beruntun yang terjadi di kawasan Padang Besi, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, pada Minggu (10/5/2026) pagi merengut korban nyawa sebanyak empat orang dan korban luka-luka.
Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda mengatakan, insiden tersebut merupakan peringatan bagi manajemen keselamatan transportasi di Sumatera Barat, khususnya pada jalur-jalur rawan kecelakaan.
"Insiden ini merupakan peringatan bagi manajemen keselamatan transportasi di Sumatera Barat, khususnya pada jalur-jalur rawan kecelakaan," kata Zigo Rolanda kepada monitorindonesia.com, Senin (11/5/2026).
Ia menyoroti masa berlaku hasil uji kendaraan (KIR) truk pemicu kecelakaan beruntun diduga telah habis sejak 2 Maret 2026. Hal ini menunjukkan adanya kelalaian dalam pengawasan kelaikan kendaraan berat yang melintas di jalur lintas provinsi.
Oleh karena itu, anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sumbar I itu meminta pihak Kepolisian dan Dinas Perhubungan untuk bergerak cepat melakukan investigasi teknis.
Ditambahkan, pemeriksaan harus mencakup aspek teknis kendaraan hingga kepatuhan perusahaan otobus atau logistik terhadap standar operasional prosedur (SOP) keselamatan. Pembiaran terhadap kendaraan yang tidak layak jalan hanya akan menambah daftar panjang tragedi di jalan raya.
"Saya minta pihak berwenang, baik Kepolisian maupun Dinas Perhubungan untuk melakukan investigasi guna memastikan penyebab pasti kecelakaan ini. Kita tidak boleh membiarkan insiden serupa terulang kembali karena kelalaian yang bisa dicegah. Keselamatan pengguna jalan adalah prioritas yang tidak bisa ditawar," tegas Zigo.
Politisi muda Partai Golkar itu juga meminta adanya evaluasi terhadap titik-titik rawan di sepanjang jalur Indarung-Padang Besi, termasuk penguatan pengawasan terhadap truk bertonase besar. Ia berharap pemerintah dan instansi terkait tidak hanya fokus pada penanganan pasca-kejadian, tetapi juga pada langkah preventif yang lebih ketat.
"Kita ingin memastikan bahwa setiap warga yang berkendara merasa aman dan terlindungi oleh sistem keselamatan transportasi yang baik. Saya meminta seluruh pihak terkait untuk melakukan evaluasi agar sistem pengawasan kelaikan kendaraan benar-benar berjalan di lapangan, bukan sekadar administratif," tutup Zigo dalam pernyataannya.
Tak lupa, Zigo menyampaikan rasa duka cita yang mendalam sekaligus keprihatinan yang serius atas tragedi kecelakaan beruntun tersebut.
"Saya menyampaikan rasa duka dan keprihatinan yang mendalam kepada para korban terdampak kecelakaan beruntun di Jalan Raya Padang Besi pagi tadi," ujar Zigo.
Berdasarkan laporan awal, kecelakaan bermula ketika sebuah truk dengan nomor polisi BM 9936 KU yang datang dari arah Solok menuju Padang diduga mengalami kegagalan fungsi rem di jalur penurunan panjang Simpang Cubadak. Pengemudi truk melaporkan adanya penurunan tekanan angin secara drastis pada indikator rem di bawah 5 Bar, yang mengakibatkan kendaraan hilang kendali. Akibatnya, truk tersebut menghantam satu unit mobil Rush yang berisi enam penumpang hingga mengakibatkan empat orang meninggal dunia, sebelum akhirnya menyerempet truk lain, mobil Pajero, dan menyeret sebuah minibus Kijang bermuatan beras ke median jalan.
Topik:
