BREAKINGNEWS

Puan Maharani Soroti Kenaikan BBM dan Tekanan Global Saat Buka Masa Sidang DPR

Puan Maharani Soroti Kenaikan BBM dan Tekanan Global Saat Buka Masa Sidang DPR
Sidang Paripurna DPR (Foto. Rizal Siregar)

Jakarta, MI - Tekanan ekonomi global menjadi sorotan utama dalam pembukaan Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 DPR RI. Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan dampak konflik geopolitik dunia kini mulai dirasakan langsung oleh masyarakat Indonesia, mulai dari kenaikan harga energi hingga meningkatnya biaya hidup.

Demikian  disampaikan Puan ketika t memimpin Rapat Paripurna pembukaan masa sidang di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (12/5/2026). Ia didampingi Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal dan Saan Mustopa.

Puan mengawai pidatonya  dengan  menyampaikan belasungkawa atas sejumlah tragedi yang terjadi belakangan ini. Mulai dari kecelakaan kereta di Bekasi Timur hingga kecelakaan bus di Jalinsum Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan.

“Semoga korban yang berpulang mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan korban yang luka-luka segera diberikan kesembuhan serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan,” ujar Puan.

Plitisi PDIP juga memberikan penghormatan kepada prajurit TNI Rico Pramudia yang gugur saat menjalankan misi perdamaian PBB di Lebanon.

“DPR RI menyampaikan penghormatan dan penghargaan setinggi-tingginya atas pengorbanan putra terbaik bangsa dalam menjalankan tugas mulia sebagai penjaga perdamaian dunia,” katanya.

Selain itu, Puan turut menyampaikan duka cita atas wafatnya anggota BPK RI Haerul Saleh akibat insiden kebakaran di kediamannya.

Memasuki pembahasan ekonomi, Puan menilai situasi global saat ini masih penuh tekanan akibat konflik geopolitik dan geoekonomi di kawasan Timur Tengah, khususnya di Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan energi dunia.

“Ketegangan di kawasan tersebut tidak hanya menjadi persoalan regional, tetapi telah berdampak langsung terhadap perekonomian nasional,” tutur Puan.

Ia menyebut Indonesia kini menghadapi tekanan terhadap nilai tukar rupiah, kenaikan harga energi dan BBM, hingga meningkatnya biaya logistik akibat terganggunya rantai pasok global.

“Kita mengalami tekanan terhadap nilai tukar rupiah, kenaikan harga energi dan bahan bakar minyak, meningkatnya biaya logistik dan distribusi, serta tekanan terhadap ketahanan energi nasional akibat terganggunya rantai pasok global,” ungkapnya.

“Selain itu, kenaikan harga barang-barang yang mengandung komponen impor juga mulai dirasakan oleh masyarakat dan dunia usaha,” sambung Puan.

Menurut mantan Menko PMK tersebut, kondisi itu berpotensi memicu inflasi, melemahkan daya beli masyarakat, dan menambah beban dunia usaha, terutama sektor industri, transportasi, dan UMKM.

Karena itu, DPR disebut mendukung langkah Pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

“Oleh karena itu, DPR RI mendukung upaya Pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, menjaga ketahanan energi, melakukan mitigasi arus keluar modal asing, mengendalikan harga kebutuhan pokok, serta memastikan masyarakat kecil tidak menjadi pihak yang paling terdampak dari gejolak global,” tegasnya.

Puan juga menilai Pemerintah perlu melakukan konsolidasi fiskal dan penyesuaian prioritas pembangunan agar keterbatasan ruang fiskal tidak mengurangi hak rakyat menikmati hasil pembangunan.

“Pemerintah perlu melakukan konsolidasi fiskal dan konsolidasi prioritas pembangunan nasional sehingga rakyat tetap mendapatkan haknya untuk menikmati hasil pembangunan,” katanya.

Pada masa sidang ini, DPR bersama Pemerintah juga akan membahas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun 2027.

“DPR RI memahami bahwa penyusunan kerangka kebijakan fiskal Tahun 2027 dilakukan dalam situasi global yang penuh tekanan dan risiko,” ujar Puan.

Ia menegaskan pertumbuhan ekonomi tidak hanya harus tinggi, tetapi juga berkualitas dan mampu membuka lapangan pekerjaan serta mengurangi kesenjangan sosial.

“Pertumbuhan ekonomi harus mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan penghasilan rakyat, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mengurangi ketimpangan sosial,” jelas cucu Presiden pertama RI Soekarno tersebut.

Dalam isu ekonomi, DPR dan Pemerintah juga akan melanjutkan pembahasan sejumlah RUU strategis, di antaranya revisi UU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan, RUU Hukum Perdata Internasional, RUU Statistik, serta RUU Desain Industri.

Menutup pidatonya, Puan menyampaikan selamat datang kepada seluruh anggota DPR yang baru kembali dari daerah pemilihan usai menjalani masa reses sejak 22 April hingga 11 Mei 2026.

“Aspirasi yang telah disampaikan oleh konstituen akan menjadi tanggung jawab kita bersama untuk ditindaklanjuti melalui fungsi-fungsi DPR RI,” tutupnya.

Topik:

Rizal Siregar

Penulis

Video Terbaru