BREAKINGNEWS

Sosok Pemilik Musim Mas, Raksasa Sawit yang Terseret Kasus Lingkungan

Sosok Pemilik Musim Mas, Raksasa Sawit yang Terseret Kasus Lingkungan
Perkebunan Kelapa Sawit (Foto: Ist)

Jakarta, MI - Polda Riau menetapkan perusahaan perkebunan sawit raksasa PT Musim Mas sebagai tersangka korporasi dalam kasus dugaan kejahatan lingkungan di sempadan Sungai Air Hitam, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) menilai aktivitas budidaya sawit yang dilakukan perusahaan tersebut telah memicu kerusakan ekologis dan menimbulkan kerugian negara hingga Rp187,8 miliar. Nilai kerugian itu didasarkan pada hasil keterangan ahli yang dikantongi penyidik.

"Kasus ini mulai terendus pada Januari 2025, meski aktivitas budidaya sawit ilegal tersebut dilaporkan sudah berjalan sejak tahun 2022," ujar Direskrimsus Polda Riau, Komisaris Besar Ade Kuncoro Ridwan, dikutip dari laman Pemprov Riau, Rabu (20/5/2026).

Kasus ini menjadi sorotan karena PT Musim Mas dikenal sebagai salah satu grup perusahaan sawit terintegrasi di Indonesia, mulai dari hulu, menengah, hilir dan logistik. 

Grup perusahaan ini hadir di 14 negara, di mana operasi utamanya berada di Indonesia, mulai dari budidaya hingga pengilangan dan manufaktur. 

PT Musim Mas mulai masuk ke industri minyak kelapa sawit sejak era 1970-an melalui investasi pada penyulingan minyak kelapa sawit, perkebunan, pabrik penghancuran inti sawit, dan pabrik kelapa sawit pada 1970. 

Memasuki 2007, perusahaan mulai memperluas ekspansinya ke pasar global dengan memanfaatkan pertumbuhan industri di kawasan Asia. Musim Mas mulai membuka operasi di seluruh dunia termasuk Eropa dan Amerika Utara.

Bisnis Musim Mas kemudian menyebar ke India, China, Vietnam, Belanda, Spanyol, Italia, dan Brasil. Saat ini, Musim Mas disebut sebagai eksportir minyak kelapa sawit terbesar di Indonesia dengan pelanggan yang berlokasi di seluruh dunia.

Pemilik Musim Mas

Sosok di balik PT Musim Mas adalah Bachtiar Karim yang menjabat sebagai chairman sekaligus CEO Musim Mas Group. Perusahaan sawit terintegrasi tersebut berbasis di Singapura dan memiliki jaringan operasional besar di Indonesia.

Dalam menjalankan bisnisnya, Bachtiar Karim bekerja bersama dua saudaranya, yakni Burhan dan Bahari. Di bawah kendali keluarga tersebut, Musim Mas berkembang menjadi salah satu raksasa industri minyak sawit dengan pendapatan mencapai US$8,2 miliar atau sekitar Rp144,6 triliun pada 2024.

Mengutip data Forbes, kekayaan Bachtiar Karim pada 2026 mencapai US$1,6 miliar atau sekitar Rp28,3 triliun dengan asumsi kurs saat ini. Nilai tersebut meningkat dibandingkan 2024 yang sebesar US$1,4 miliar.

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru

Sosok Pemilik Musim Mas, Raksasa Sawit yang Terseret Kasus L | Monitor Indonesia