Makkah, MI— Pelaksanaan ibadah haji 2026 kembali tercoreng setelah muncul temuan sejumlah jemaah Indonesia yang tidak mendapatkan fasilitas layak, bahkan terpaksa tidur di luar tenda di Mina. Kondisi itu memicu sorotan tajam terhadap dugaan permainan dana haji oleh oknum tertentu.
Anggota Komisi XIII DPR RI sekaligus Tim Pengawas Haji DPR RI 2026, Rieke Diah Pitaloka, mendesak pemerintah bertindak tegas dan tidak pandang bulu terhadap pihak-pihak yang diduga mempermainkan hak jemaah haji.
“Saya yakin pemerintah tidak akan ragu #sikatMafiaHaji tanpa pandang bulu. Bismillah Allah buka kebenaran dan siapapun dan apa pun kedzoliman,” tegas Rieke dalam keterangannya.
Rieke menyoroti masih adanya jemaah yang tidak memperoleh tenda sesuai haknya maupun mendapatkan fasilitas yang jauh dari standar pelayanan yang semestinya.
Menurutnya, kondisi itu menjadi ironi di tengah perjuangan pemerintah memperbaiki tata kelola penyelenggaraan haji melalui pembentukan Kementerian Haji dan Umrah berdasarkan UU Nomor 14 Tahun 2025.
“Masih ada oknum-oknum pihak yang nekat diduga ngemplang uang haji rakyat. Akibatnya masih ada jemaah haji Indonesia yang tidak mendapatkan haknya. Tidak dapat tenda atau fasilitas tenda yang kurang baik, tidak sesuai yang seharusnya,” ujar Rieke.
Ia menegaskan praktik semacam itu tidak hanya merugikan jemaah, tetapi juga mencederai nilai kemanusiaan dan semangat pelayanan ibadah.
Di sisi lain, Rieke tetap mengapresiasi kerja petugas haji, Kementerian Haji dan Umrah, serta jajaran Konsulat Jenderal RI yang dinilai telah bekerja maksimal melayani jemaah Indonesia.
“Kami bangga akhirnya diputuskan ada kementerian khusus yang menangani haji dan umroh. Alhamdulillah ada perbaikan dalam beberapa hal yang sebelumnya berantakan,” katanya.
Namun ia mengingatkan masih banyak pembenahan yang harus dilakukan, terutama terkait kualitas tenda, fasilitas pemondokan, hingga distribusi layanan bagi jemaah di puncak haji.
Rieke juga memberi peringatan keras kepada pihak-pihak yang dinilai tidak amanah dalam pengelolaan layanan haji.
“Yang tidak amanah kita doakan Allah buka kelakuan tak berperikemanusian yang tidak adil dan tidak beradab,” ujarnya.**

