Jakarta, MI– Pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) ternyata bukan keputusan mendadak. DPR mengungkapkan bahwa berbagai evaluasi terhadap kinerja lembaga pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu telah disampaikan kepada pemerintah jauh sebelum Presiden Prabowo Subianto merombak jajaran pimpinan BGN.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan Komisi IX DPR selama ini telah memberikan sejumlah catatan perbaikan terkait tata kelola, koordinasi, dan pelaksanaan program BGN. Seluruh masukan tersebut disampaikan secara resmi kepada pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara.
Menurut Dasco, keputusan Presiden mengganti Kepala BGN dan dua wakil kepala merupakan bentuk respons terhadap berbagai evaluasi yang berkembang dari DPR, masyarakat, penerima manfaat program, hingga hasil koordinasi lintas kementerian.
"DPR mengapresiasi langkah pemerintah yang mendengarkan aspirasi publik dan melakukan evaluasi terhadap pimpinan BGN demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," kata Dasco.
Ia menegaskan perombakan kepemimpinan tidak akan mengganggu jalannya Program Makan Bergizi Gratis yang kini menjadi salah satu program prioritas pemerintah. Justru sebaliknya, perubahan tersebut diharapkan mampu mempercepat realisasi layanan, terutama bagi masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Dasco mengungkapkan evaluasi pemerintah tidak hanya menyentuh aspek administrasi, tetapi juga menyangkut tata kelola organisasi dan efektivitas koordinasi antarinstansi yang selama ini dinilai masih memerlukan pembenahan.
"Masih ada sejumlah catatan yang menurut pemerintah harus diperbaiki agar program berjalan lebih efektif dan tepat sasaran," ujarnya.
DPR juga memastikan akan segera melakukan koordinasi dengan pimpinan baru BGN untuk mengetahui arah kebijakan serta strategi pembenahan yang akan diterapkan dalam waktu dekat.
Dalam kesempatan itu, Dasco memberikan dukungan terhadap keputusan Presiden menunjuk Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN yang baru. Menurutnya, Nanik telah menunjukkan kinerja nyata selama menjabat Wakil Kepala BGN dengan aktif melakukan pengawasan langsung terhadap pelaksanaan program MBG di berbagai daerah.
Ia menilai Nanik memiliki rekam jejak yang kuat dalam menjaga standar program, termasuk mengambil langkah tegas terhadap sejumlah dapur MBG yang tidak memenuhi persyaratan operasional.
"Selama ini Bu Nanik aktif turun ke lapangan, melakukan pengawasan, evaluasi, hingga menutup dapur yang tidak memenuhi standar. Itu menjadi salah satu indikator kepemimpinannya," ujar Dasco.
Sebelumnya, Presiden Prabowo resmi memberhentikan Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN dan menunjuk Nanik Sudaryati Deyang sebagai penggantinya. Bersamaan dengan itu, dua posisi wakil kepala juga dirombak dengan mengangkat Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai pimpinan baru.
Perombakan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah ingin mempercepat perbaikan tata kelola BGN sekaligus memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan lebih efektif, akuntabel, dan mampu menjangkau masyarakat yang membutuhkan di seluruh Indonesia.**

