Jakarta, MI– Gelombang protes mahasiswa kembali mengguncang Ibu Kota. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia dijadwalkan menggelar aksi besar-besaran di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026) mulai pukul 10.00 WIB.
Sebanyak 1.500 mahasiswa dari berbagai fakultas akan turun ke jalan membawa lima tuntutan utama yang menyasar kebijakan ekonomi dan politik pemerintah, termasuk penolakan terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang baru diumumkan beberapa hari lalu.
Aksi ini merupakan hasil konsolidasi lintas fakultas di Universitas Indonesia dan terbuka bagi mahasiswa maupun masyarakat umum yang ingin bergabung.
Ketua BEM Fakultas Hukum UI, Anandaku Dimas Rumi Chattaristo, mengatakan seluruh tuntutan telah disepakati dalam forum konsolidasi mahasiswa.
Lima tuntutan yang akan disuarakan dalam aksi tersebut meliputi:
Menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.
Menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
Menghentikan praktik militerisme di ranah sipil.
Mendesak Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahan pemerintah dan berhenti menghindari kritik publik.
Aksi mahasiswa ini berlangsung di tengah meningkatnya keresahan masyarakat akibat kenaikan harga BBM non-subsidi yang mulai berlaku sejak 10 Juni 2026.
Di wilayah Jakarta dan sekitarnya, harga Pertamax melonjak dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Kenaikan tersebut memicu keluhan dari berbagai kalangan, terutama pekerja, pengemudi ojek online, dan masyarakat kelas menengah yang harus menanggung beban biaya transportasi lebih tinggi.
Selain menolak kenaikan BBM, mahasiswa juga menyoroti berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak pada kondisi ekonomi masyarakat saat ini.
Kawasan Bundaran HI diperkirakan akan menjadi pusat konsentrasi massa sepanjang siang hingga sore hari. Pengendara yang melintas di sekitar Jalan MH Thamrin, Bundaran HI, dan sejumlah ruas utama Jakarta Pusat diimbau mengantisipasi kepadatan lalu lintas serta mencari jalur alternatif untuk menghindari kemacetan.
Aksi ini diprediksi menjadi salah satu demonstrasi mahasiswa terbesar di Jakarta sepanjang Juni 2026 dan berpotensi menarik partisipasi mahasiswa dari kampus lain di wilayah Jabodetabek.**

