Jakarta, MI– Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir bukan disebabkan oleh kelangkaan pasokan batu bara. Pemerintah menegaskan stok batu bara untuk kebutuhan pembangkit listrik nasional dalam kondisi aman.
Menurut Bahlil, gangguan listrik yang memicu pemadaman bergilir di berbagai daerah terjadi akibat masalah teknis pada sejumlah mesin pembangkit listrik yang saat ini tengah ditangani oleh PT PLN (Persero).
"Kalau dikatakan masalahnya karena batu bara langka, itu tidak benar. Penugasan pasokan batu bara domestik sudah mencapai 170 juta ton. Yang terjadi adalah ada beberapa trouble pada mesin pembangkit dan sedang diselesaikan oleh PLN," kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Bahlil menegaskan pemerintah bergerak cepat untuk memulihkan sistem kelistrikan nasional agar pemadaman tidak berlarut-larut. Ia bahkan menggelar rapat khusus dengan PLN guna mempercepat penyelesaian gangguan yang terjadi.
"Kami upayakan secepatnya agar tidak ada lagi pemadaman listrik," ujarnya.
Pemadaman listrik sebelumnya dikeluhkan masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Barat, mulai dari Bogor, Bekasi hingga Bandung. Gangguan tersebut sempat memicu kekhawatiran publik karena mengingatkan pada peristiwa Blackout Jawa 2019 yang melumpuhkan sebagian besar Pulau Jawa.
PLN sebelumnya menyebut pemadaman dilakukan dalam rangka pemeliharaan sistem kelistrikan. Namun belakangan terungkap bahwa gangguan berasal dari sistem pembangkit listrik, sehingga perusahaan melakukan manajemen beban untuk menjaga kestabilan pasokan dan mencegah terjadinya pemadaman total.
Manajer PLN ULP Kota Bogor, Andis Verindra Putra, menjelaskan gangguan terjadi pada fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Jawa I di Karawang. Kondisi tersebut memaksa PLN melakukan pengurangan beban secara terukur di sejumlah wilayah.
"Gangguan pembangkit PLTGU Jawa I membuat PLN harus melakukan manajemen beban guna menjaga keandalan pasokan listrik kepada pelanggan," jelas Andis.
Meski demikian, pengelola PLTGU Jawa I, PT Jawa Satu Power (JSP), memastikan pembangkit masih beroperasi dan tetap memasok sekitar 700 megawatt listrik ke sistem Jawa-Bali. Perusahaan mengakui salah satu unit pembangkit memang sedang menjalani pemeliharaan.
Pemerintah dan PLN kini berpacu memulihkan seluruh sistem agar pasokan listrik kembali normal. Bahlil menegaskan persoalan yang terjadi murni gangguan teknis dan bukan akibat krisis energi maupun kekurangan batu bara yang selama ini menjadi tulang punggung pembangkit listrik nasional.**

