BREAKINGNEWS

DPR Kritik Anggaran Pendidikan, Fokus ke Sarana Prasarana tapi Kesejahteraan Guru Belum Terlihat

DPR Kritik Anggaran Pendidikan, Fokus ke Sarana Prasarana tapi Kesejahteraan Guru Belum Terlihat
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi PKB, Lalu Hadrian Irfani (Foto: Dok. MI)

Jakarta, MI - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani mengkritik pagu indikatif anggaran 2027 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). 

Menurutnya, alokasi anggaran tersebut masih belum menunjukkan perhatian yang cukup terhadap kesejahteraan guru maupun peningkatan mutu dan kualitas pendidikan.

Lalu menilai fokus anggaran pemerintah masih lebih banyak diarahkan pada pembangunan sarana dan prasarana pendidikan.

"Kami melihat di pagu indikatif tersebut ternyata pemerintah masih berfokus kepada sarana dan prasarana. Kesejahteraan guru belum begitu terlihat, peningkatan mutu dan kualitas siswa-siswi juga belum terlihat," kata Lalu di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Senin (15/6/2026).

Oleh karena itu, Komisi X DPR meminta pemerintah untuk meninjau anggaran agar masuk anggaran peningkatan kesejahteraan guru serta peningkatan mutu dan kualitas siswa.

"Bahkan di satu direktorat yang ada di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang menangani kurikulum saja anggarannya masih nol. Nah, ini yang menjadi perhatian serius Komisi X menyampaikan kepada pemerintah bahwa silakan diformula ulang terkait dengan pagu indikatif yang sudah disampaikan kepada DPR dan kami mendorong kesejahteraan guru menjadi prioritas utama, mutu dan layanan serta kualitas pendidikan juga harus diperhatikan. Kebutuhan-kebutuhan dasar menjadi prioritas yang harus kita tuntaskan bersama," tegas Lalu.

Lalu mengungkapkan pagu indikatif untuk Kemendikdasmen mencapai Rp58 triliun, sementara Kemendiktisaintek sebesar Rp64 triliun. Selain itu, terdapat usulan tambahan anggaran hingga Rp15 triliun.

Meski demikian, Ia menilai porsi anggaran untuk pembangunan sarana dan prasarana masih terlalu besar.

"Tapi untuk sarana prasarana itu sangat besar sekali, bahkan dengan peningkatan pembangunan sarana prasarana mengakibatkan di pagu indikatif itu untuk program layanan dan mutu serta peningkatan kualitas pendidikan masih zero, masih nol. Nah, ini yang kami sangat sayangkan sebenarnya dengan postur pagu indikatif yang hari ini," ungkapnya.

"Sehingga ke depan kami meminta kepada pemerintah, kami sepakat di Komisi X untuk pemerintah tidak hanya membangun sarana dan fasilitas, tetapi juga memikirkan SDM-nya. Percuma sekolah banyak kita bangun tetapi gurunya tidak ada dan tidak sejahtera dengan baik," pungkasnya.

Komisi X DPR pun berencana membahas persoalan tersebut dalam rapat bersama Kemendikdasmen dan Kemendiktisaintek pada Rabu 17 Juni.

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru

DPR Kritik Anggaran Pendidikan, Fokus ke Sarana Prasarana ta | Monitor Indonesia