Jakarta, MI– Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PAN, Boyman Harun, mendesak pemerintah untuk menambah alokasi anggaran Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) agar upaya menyediakan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah tidak terhambat oleh keterbatasan dana.
Permintaan tersebut disampaikan Boyman dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPR RI bersama pemerintah terkait pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-K/L) serta Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2027, Rabu (17/6/2026) di Gedung Parlemen, Jakarta.
Dalam forum tersebut, Boyman mengaku khawatir besaran bantuan yang saat ini dialokasikan pemerintah tidak lagi memadai untuk memenuhi kebutuhan pembangunan maupun peningkatan kualitas rumah masyarakat, terutama di tengah kenaikan harga material bangunan dan biaya konstruksi.
"Saya khawatir anggaran yang diberikan pemerintah saat ini tidak lagi cukup untuk membantu masyarakat membangun rumah yang layak. Jangan sampai program ini terus berjalan, tetapi rumah yang dibangun tidak sesuai dengan harapan pemerintah maupun kebutuhan masyarakat," kata Boyman dalam rapat tersebut.
Menurut legislator PAN itu, Program BSPS selama ini terbukti menjadi salah satu instrumen penting pemerintah dalam membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh hunian yang lebih aman, sehat, dan manusiawi. Karena itu, nilai bantuan perlu disesuaikan dengan kondisi ekonomi dan harga bahan bangunan yang terus meningkat.
Boyman menilai, tanpa adanya penyesuaian anggaran, tujuan pemerintah untuk mempercepat pengurangan rumah tidak layak huni berpotensi sulit tercapai. Ia mengingatkan bahwa inflasi dan kenaikan harga material konstruksi telah mengurangi daya beli bantuan yang diberikan kepada masyarakat.
"Karena kondisi ekonomi saat ini membuat harga-harga material bangunan terus naik. Kalau angka bantuannya tidak ditambah, saya takut rumah yang dibangun nantinya tidak sesuai standar kelayakan yang diharapkan," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Boyman meminta Menteri terkait untuk memperjuangkan peningkatan alokasi anggaran BSPS pada Tahun Anggaran 2027 sehingga manfaat program dapat dirasakan lebih optimal oleh masyarakat penerima.
Ia menegaskan bahwa masyarakat yang menerima bantuan perumahan dari pemerintah selama ini sangat merasakan manfaat program tersebut dan menyampaikan apresiasi atas perhatian negara terhadap kebutuhan dasar berupa tempat tinggal yang layak.
"Masyarakat yang mendapatkan bantuan ini sangat bersyukur karena mereka benar-benar memperoleh rumah yang lebih layak untuk dihuni. Karena itu, program ini harus terus diperkuat agar semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya," ujar Boyman.**

