BREAKINGNEWS

Kolaborasi Kementerian PU dan Masyarakat, Jembatan Enang-Enang Di Bener Meriah Telah Berfungsi

Kolaborasi Kementerian PU dan Masyarakat, Jembatan Enang-Enang Di Bener Meriah Telah Berfungsi
Jembatan Enang-Enang di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh yang sempat terputus, kini telah berfungsi . Foto: PP

Bener Meriah, MI – Jembatan Enang-Enang di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh yang sempat terputus, kini telah berfungsi dan merupakan langkah awal pemulihan konektivitas di kawasan terdampak bencana. Berfungsinya jembatan tersebut juga berkat kolaborasi erat antara masyarakat dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam mempercepat penanganan infrastruktur.

 

Plt. Kepala BPJN Aceh, Zulkarnaini menyampaikan, setelah penanganan awal tersebut dilaksanakan, Jembatan Enang-Enang telah dapat difungsikan secara terbatas. BPJN Aceh bersama Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III Aceh akan terus melakukan pemantauan kondisi jembatan serta berkoordinasi secara intensif dengan pemerintah daerah dan masyarakat selama masa penanganan berlangsung.

 

"Saat ini jembatan dapat dilalui kendaraan roda dua serta kendaraan roda empat dengan muatan maksimal lima ton pada siang hari. Sementara itu, kendaraan berat dan angkutan umum masih dibatasi demi menjaga keselamatan pengguna jalan hingga penanganan permanen selesai dilaksanakan," kata Zulkarnaini dalam keterangannya, Selasa (7/7/2027).

 

Kolaborasi untuk Pemulihan yang Berkelanjutan

 

Pemulihan akses di Bener Meriah menunjukkan bahwa percepatan penanganan infrastruktur tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga lahir dari kepedulian dan semangat gotong royong masyarakat.

 

"Kolaborasi tersebut menjadi modal penting bagi Kementerian PU untuk menghadirkan infrastruktur yang lebih aman, tangguh, dan andal. Dengan penanganan permanen yang terus dipercepat, konektivitas di kawasan Bener Meriah dan Dataran Tinggi Gayo diharapkan semakin mendukung mobilitas masyarakat, aktivitas ekonomi, serta pelayanan publik secara berkelanjutan," sebutnya.

 

 

Ia menambahkan, semangat gotong royong masyarakat menjadi langkah awal yang memungkinkan konektivitas kembali terhubung. Selanjutnya, Kementerian PU memperkuat upaya tersebut melalui percepatan penanganan permanen agar infrastruktur yang dibangun memenuhi standar keselamatan, keandalan, dan ketahanan jangka panjang.

 

"Sinergi antara pemerintah dan masyarakat inilah yang menjadi fondasi percepatan pemulihan akses sekaligus memastikan mobilitas warga dapat kembali berlangsung dengan aman," tambah Zulkarnaini.

 

Penanganan Permanen Berbasis Standar Teknis

 

Saat ini Kementerian PU memprioritaskan penanganan permanen pada sejumlah titik strategis, di antaranya Jembatan Teupin Mane dan Jembatan Werlah, sebagai bagian dari upaya memulihkan konektivitas di wilayah terdampak.

 

Setiap pekerjaan dilakukan melalui kajian teknis yang komprehensif, mencakup evaluasi kondisi struktur jembatan, kekuatan pondasi, stabilitas lereng, geometri jalan, hingga sistem drainase. Pendekatan tersebut bertujuan memastikan infrastruktur yang dibangun tidak hanya memulihkan akses, tetapi juga memiliki tingkat keselamatan dan ketahanan yang lebih baik terhadap kondisi geografis maupun potensi cuaca ekstrem.

 

"Dengan pendekatan tersebut, pemerintah ingin memastikan bahwa setiap infrastruktur yang dibangun mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat," ungkap Zulkarnaini.

 

Untuk mempercepat proses penanganan, Kementerian PU telah mengerahkan personel, tenaga ahli, dan peralatan konstruksi ke lokasi.

 

"Berdasarkan hasil evaluasi teknis, kondisi struktur jembatan, geometri jalan, serta tanah di sekitar lokasi masih memerlukan penanganan lanjutan akibat dampak bencana. Sebagai langkah awal, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh telah menyelesaikan pemasangan shoring atau perkuatan sementara pada struktur jembatan," pungkas Zulkarnaini.

Topik:

Zul Sikumbang

Penulis

Video Terbaru

Jembatan Enang-Enang Telah Berfungsi | Monitor Indonesia