Jakarta, MI - Adanya informasi yang beredar bahwa Jembatan Enang-Enang di Kabupaten Bener Meriah, Aceh ditutup dibantah oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Jembatan tersebut tetap bisa digunakan namun dibatasi selama dilakukan penguatan struktur jembatan.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, jembatan tersebut masih aman untuk dilalui pengguna jalan namun dibatasi jenis kendaraannya.
"Selama hasil pemantauan teknis menyatakan jembatan masih aman, masyarakat tetap bisa melintas dengan pembatasan jenis kendaraan," kata Menteri PU Dody Hanggodo, Jakarta, Minggu (12/7/2026)
Untuk itu, dirinya telah menginstruksikan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh agar terus memantau kondisi Jembatan Enang-Enang secara rutin dan ketat. Apalagi, sambungnya, bila terjadi hujan deras yang berpotensi memicu gerusan di sekitar pondasi.
"Penggunaan jembatan harus dihentikan sementara apabila hasil evaluasi menyatakan jembatan membahayakan masyarakat. Perbaikan struktur bawah tetap dilanjutkan agar jembatan bisa digunakan selama masih aman. Perbaikan akan terus dilakukan dari bawah sehingga masyarakat tetap bisa melintas dengan aman selama memungkinkan," katanya.
Dari hasil pemeriksaan teknis menunjukkan pondasi jembatan di sisi arah Bireuen menuju Bener Meriah mengalami kemiringan akibat gerusan aliran sungai. Penanganan awal dilakukan dengan memasang penyangga sementara, lalu dilanjutkan penguatan struktur bawah agar lebih stabil.
Penguatan pondasi jembatan yang dibangun BPJN Aceh bersama Direktorat Pembangunan Jembatan dengan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk atau PT PP sebagai pelaksana konstruksi tersebut bertujuan meningkatkan stabilitas pondasi sebelum penanganan permanen.
"Saya sudah berbicara dengan Kepala Balai dan Direktur Jembatan. Perkuatan di bawah jembatan akan kita buat lebih kuat lagi. Yang ada sekarang sifatnya masih sementara. Nanti PT PP akan mengerjakan perkuatan itu dengan penanganan yang lebih baik," ujarnya.
Kendaraan berat dilarang melintas
Selama penguatan berlangsung, Jembatan Enang-Enang tetap dibuka untuk sepeda motor dan mobil penumpang. Kendaraan angkutan barang dan bertonase besar masih dilarang melintas untuk mengurangi beban pada struktur jembatan.
Selain memperkuat jembatan, Kementerian PU juga mempercepat pelebaran Jalan Werlah dan pembangunan dua jembatan baru di jalur alternatif. Pemerintah juga menyiapkan pembangunan jembatan shortcut di kawasan Enang-Enang yang dapat dilalui kendaraan logistik hingga 30 ton.
