Kupang, MI - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan seluruh infrastruktur pendukung Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Kupang segera dirampungkan agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan maksimal. Salah satu pekerjaan yang menjadi perhatian utama adalah penyelesaian akses menuju kawasan sekolah.
Hingga 16 Juli 2026, progres pembangunan kawasan pendidikan tersebut telah mencapai 93,98%.
Saat meninjau lokasi pada Jumat (17/7/2026), Dody menegaskan pemerintah tidak ingin hanya membangun gedung sekolah, tetapi juga memastikan seluruh sarana pendukung berfungsi dengan baik sehingga siswa bisa belajar dengan aman dan nyaman.
"Kami harus memastikan sarana dan prasarana benar-benar siap untuk mendukung adik-adik belajar. Yang belum selesai segera diselesaikan, terutama akses menuju sekolah, sehingga seluruh kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan baik," ujar Dody.
Menurutnya, Program Sekolah Rakyat tidak sekadar menghadirkan ruang kelas, melainkan membangun ekosistem pendidikan yang lengkap dan layak bagi peserta didik.

SRT 1 Kabupaten Kupang dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu berbasis asrama yang melayani jenjang SD, SMP, hingga SMA. Di dalamnya tersedia berbagai fasilitas pendukung, mulai dari ruang belajar, asrama putra dan putri, rumah susun guru, perpustakaan, laboratorium komputer, laboratorium bahasa, laboratorium IPA, ruang UKS, ruang bimbingan konseling, kantin pada setiap jenjang pendidikan, dapur umum, gedung serbaguna, rumah ibadah, lapangan olahraga, serta utilitas pendukung seperti power house, rumah pompa, dan TPS.
Sejumlah bangunan utama bahkan telah rampung sepenuhnya dan mulai dimanfaatkan. Beberapa di antaranya adalah gedung SMA, Asrama Putra SD 1, Asrama Putri SD 2, gedung ibadah, dapur, kantin SD, SMP, dan SMA, power house, rumah pompa, serta TPS.

Sementara itu, pembangunan sejumlah fasilitas lain seperti gedung SD dan SMP, asrama, rumah susun guru, serta sarana pendukung lainnya masih terus dikebut secara bertahap. Proses penyelesaian dilakukan tanpa mengganggu aktivitas sekolah yang telah resmi beroperasi sejak 13 Juli 2026.
Dody mengapresiasi seluruh pihak yang telah bekerja keras sehingga Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Kupang sudah dapat difungsikan. Ia juga menginstruksikan agar seluruh pekerjaan yang masih tersisa, terutama penyempurnaan akses menuju sekolah dan infrastruktur pendukung lainnya, segera dituntaskan.
Saat ini, Kementerian PU tengah menyiapkan peningkatan akses menuju sekolah dengan memperbaiki sekitar 5 kilometer jalan yang mencakup jalur utama dan jalur alternatif (shortcut). Proyek tersebut ditargetkan selesai pada Agustus 2026.
Menteri Dody Motivasi Siswa
Di sela kunjungannya, Menteri Dody juga menyempatkan diri berdialog dengan para siswa. Ia mengajak mereka memanfaatkan kesempatan bersekolah sebaik mungkin dengan terus belajar, menghormati orang tua, dan mengejar cita-cita.
"Semangat wajib dijaga. Belajar yang rajin, jangan lupa berdoa kepada orang tua. Kalian semua harus sukses. Tugas kami memastikan sarana dan prasarananya tersedia agar kalian bisa belajar dengan nyaman," kata Dody.

Sementara itu, Kepala Sekolah SRT 1 Kabupaten Kupang, Felipina Agustina Kale, mengapresiasi komitmen pemerintah, khususnya Kementerian PU, yang terus menyempurnakan fasilitas sekolah meski proses belajar mengajar sudah dimulai.
"Kami sangat bersyukur karena pemerintah tidak hanya membangun gedung sekolah, tetapi juga terus memastikan seluruh fasilitas pendukungnya dilengkapi. Kehadiran Bapak Menteri menjadi penyemangat bagi kami untuk memberikan layanan pendidikan terbaik kepada anak-anak," tutur Felipina.
Secara keseluruhan, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Kupang memiliki kapasitas hingga 1.080 siswa. Saat ini, sekolah tersebut telah dihuni 246 siswa, yang terdiri dari 20 siswa SD, 112 siswa SMP, dan 114 siswa SMA.
Adapun pembangunan fisik sekolah dikerjakan oleh PT PP - PT DLJ (KSO) dengan melibatkan 967 tenaga kerja.
