Jakarta, MI – Musyawarah Nasional (Munas) II Yayasan Jalan Tengah Indonesia (YASJATI) yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (25/7/2026), berjalan sukses dan menghasilkan kepemimpinan baru. Dalam forum tertinggi organisasi tersebut, Maul Gani resmi dipercaya sebagai Ketua Umum YASJATI periode 2026–2028 setelah memperoleh dukungan penuh dari peserta Munas.
Munas II menjadi momentum penting bagi YASJATI dalam melakukan evaluasi organisasi sekaligus menyusun arah kebijakan strategis untuk memperkuat peran yayasan di tingkat nasional.
Forum ini dihadiri oleh jajaran Dewan Pembina, pengurus pusat, pengurus daerah, serta para delegasi dari berbagai provinsi. Agenda tersebut sebelumnya memang diproyeksikan sebagai ajang konsolidasi nasional dan penyegaran kepengurusan organisasi.
Dalam sambutannya usai terpilih, Maul Gani menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia berkomitmen membawa YASJATI menjadi organisasi yang semakin solid, profesional, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui berbagai program sosial, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, serta penguatan kolaborasi dengan berbagai pihak.
"Kepercayaan ini merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Saya mengajak seluruh pengurus untuk bersatu, bekerja bersama, dan menjadikan YASJATI sebagai organisasi yang adaptif, inovatif, serta hadir memberikan solusi bagi masyarakat," ujarnya kepada Monitorindonesia.com Senin (27/7/2026).
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina YASJATI, Sumaryono, menyampaikan ucapan selamat kepada Maul Gani beserta jajaran pengurus yang baru. Ia berharap kepengurusan hasil Munas II mampu menjaga semangat kebersamaan serta memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke seluruh daerah di Indonesia.
Menurut Sumaryono, tantangan organisasi ke depan semakin besar sehingga dibutuhkan kepemimpinan yang visioner, berintegritas, dan mampu membangun sinergi dengan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, serta berbagai elemen masyarakat.
"Kami berharap kepengurusan baru tidak hanya melanjutkan program-program yang telah berjalan, tetapi juga mampu melahirkan inovasi dan memperluas pengabdian kepada masyarakat. Jadikan YASJATI sebagai organisasi yang bermanfaat, menjaga independensi, mengedepankan profesionalisme, serta menjadi mitra strategis dalam mendukung pembangunan nasional," tegas Sumaryono.
Ia juga menekankan pentingnya memperkuat struktur organisasi di seluruh provinsi agar YASJATI semakin dikenal sebagai wadah yang mampu menghimpun gagasan, membangun kolaborasi, serta melahirkan berbagai program pemberdayaan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Dengan berakhirnya Munas II, kepengurusan baru diharapkan segera menyusun program kerja yang terukur dan berorientasi pada penguatan kelembagaan, pengembangan sumber daya manusia, serta perluasan jaringan organisasi di seluruh Indonesia.
Semangat kebersamaan yang terbangun dalam Munas menjadi modal penting bagi YASJATI untuk terus tumbuh dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.
