BREAKINGNEWS

Komisaris Kimia Farma Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia, Baru 9 Bulan Menjabat

Komisaris Kimia Farma Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia, Baru 9 Bulan Menjabat
Komisaris PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF), Sumarjati Arjoso (Foto: Dok. Kimia Farma)

Jakarta, MI - Komisaris PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF), Sumarjati Arjoso, meninggal dunia pada Jumat (24/7/2026) di usia 80 tahun. Kepergiannya mengakhiri masa tugasnya yang baru berjalan sekitar sembilan bulan sejak ditunjuk sebagai komisaris perusahaan.

Kabar duka tersebut disampaikan Sekretaris Perusahaan Kimia Farma, Ida Rasita, dalam keterbukaan informasi, Senin (27/7/2026).

“Perseroan dengan rasa duka cita yang mendalam menyampaikan bahwa Ibu Sumarjati Arjoso selaku Komisaris Perseroan, telah meninggal dunia pada Jumat, 24 Juli 2026, pukul 19.59 WIB,” tulis Ida.

Sumarjati resmi bergabung sebagai Komisaris Kimia Farma setelah ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 3 November 2025. Berdasarkan laman resmi perusahaan, masa jabatannya sejatinya baru akan berakhir pada RUPS tahun buku 2030.

Sebelum dipercaya mengawasi perusahaan farmasi pelat merah itu, Sumarjati dikenal sebagai politikus Partai Gerindra sekaligus memiliki rekam jejak panjang di bidang kesehatan. 

Sumarjati merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) dan melanjutkan pendidikan Kesehatan Masyarakat dan Health Education Specialist di Universitas Indonesia.

Saat menjadi anggota DPR RI periode 2009-2014, Sumarjati juga menjabat sebagai Ketua Kaukus Kesehatan DPR RI pada periode 2012-2014.

Sepeninggal Sumarjati, susunan Dewan Komisaris Kimia Farma kini tersisa lima orang, yakni Stefan Looho sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen, Suprianto sebagai Komisaris, Bonanza Perwira Taihitu sebagai Komisaris, Fachmi Idris sebagai Komisaris Independen, dan Diah Kusumawardani sebagai Komisaris Independen.

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru

Komisaris Kimia Farma Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia, Baru 9 Bulan Menjabat | Monitor Indonesia