Jakarta, MI – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyalurkan bantuan air bersih di Cilegon dan Situbondo guna membantu masyarakat terdampak kekeringan di kedua wilayah tersebut.
Distribusi bantuan tersebut dilakukan melalui Tim Satuan Tugas (Satgas) Kekeringan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWS C3) dan BBWS Brantas Jawa Timur.
Kegiatan ini merupakan implementasi dari Visi PU 608 yang menjadi arah pembangunan infrastruktur yang berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, melalui penyediaan kebutuhan dasar, peningkatan kualitas hidup, mendorong produktivitas, hingga menciptakan pertumbuhan ekonomi.
Menteri PU, Dody Hanggodo menekankan bahwa air merupakan fondasi utama pembangunan berkelanjutan. Menurut Menteri Dody, air berperan penting dalam mendukung sektor pertanian, energi, aksi iklim, pengentasan kemiskinan, hingga berbagai agenda pembangunan lainnya.
“Kita harus memastikan setiap tetes air memberikan manfaat yang optimal. Dan setiap masyarakat harus merasakan manfaat sebesar-besarnya dari pengelolaan sumber daya air,” kata Menteri Dody dalam keteranganya, Kamis (30/7/2026).
Untuk Kota Cilegon, sebanyak 5.000 liter air bersih telah disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di Lingkungan Kubang Sepuh. Bantuan ini menjangkau sekitar 88 kepala keluarga atau sekitar 310 jiwa yang mengalami kesulitan air bersih akibat musim kemarau panjang El Nino.
Dalam pelaksanaannya, pendistribusian air bersih ini juga mendapat dukungan dari Perum Jasa Tirta II yang menyediakan satu unit mobil tangki air berkapasitas 7.000 liter. Kolaborasi ini diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat selama musim kemarau masih berlangsung.

Sedangkan di Situbondo, Kementerian PU melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas menyalurkan sebanyak 5.000 liter air bersih menggunakan satu unit truk tangki. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 63 kepala keluarga (KK) atau sekitar 140 jiwa di RT 15 RW 04 yang terdampak kekeringan.
